
Prabowo Bertemu 10 Mantan Kapolri di Hambalang
15 menit yang lalu
Prayitno menghimpun hasil panen petani dan mengembangkan jaringan pemasaran alpukat di Sumberejo.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan iNews.id, petani alpukat di Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, Lampung, mengembangkan pemasaran hasil panen melalui jaringan usaha yang dihimpun Prayitno bersama petani setempat.
Laporan tersebut menyebut alpukat Sumberejo memiliki daging lembut dan kaya rasa. Saat panen raya, hasil kebun meningkat dalam waktu hampir bersamaan sehingga petani membutuhkan lebih banyak pembeli.
Prayitno, penggerak kelompok tani alpukat, mengatakan pengalaman sebagai petani membuatnya memahami tantangan pemasaran setelah masa tanam dan perawatan. Ia kemudian mengajak petani di sekitar untuk memasarkan hasil panen bersama.
“Saya berangkat dari petani, jadi paham betul tantangannya. Petani sudah menanam, merawat, lalu ketika panen yang dipikirkan berikutnya ya bagaimana hasil ini bisa terjual dengan baik. Karena itu kami coba berkembang bersama, merangkul petani di sekitar supaya hasil panennya bisa sama-sama kita pasarkan,” kata Prayitno.
Prayitno menghimpun alpukat dari sejumlah petani untuk dibawa ke pasar induk. Menurut laporan yang sama, kegiatan pemasaran itu berkembang menjadi jaringan usaha bersama di lingkungan petani setempat.
Prayitno kadang membantu modal petani mitranya yang membutuhkan dukungan agar kegiatan budi daya mereka tetap berjalan. Bantuan itu, menurut laporan yang sama, diberikan dalam kondisi tertentu.
“Kalau ada petani yang butuh modal, kadang kami bantu. Karena kalau petaninya bisa terus jalan, hasilnya juga bisa terus kami pasarkan bersama. Jadi memang kami tumbuhnya dari lingkungan sendiri,” katanya.
Prayitno dan kelompok tani di wilayahnya kemudian terhubung dengan program Klasterku Hidupku dari BRI setelah bank tersebut melakukan survei kepada kelompok tani dan membuka peluang kerja sama. Laporan iNews.id menyebut program itu memberi ruang untuk memperluas jaringan usaha dan akses pasar.