
Rocky Wilar Mendaftar Bakal Calon Rektor Unsrat
14 menit yang lalu
Ahmad Riza Patria meminta pemerintah desa memperkuat layanan dan kerja sama untuk mendukung penurunan stunting.
Terbit · 2 min read

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria mengatakan desa memiliki peran strategis dalam mempercepat penurunan stunting melalui penguatan pembangunan sumber daya manusia sejak tingkat keluarga. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu dalam Rakor Monitoring dan Evaluasi Pusat dan Daerah di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Dalam forum yang berlangsung Kamis (5/11/2026) di Banjarbaru, Riza meminta pemerintah dan masyarakat memperkuat kerja sama untuk mendampingi ibu hamil dan menyusui, memantau pertumbuhan balita, serta memberikan intervensi kepada keluarga yang membutuhkan.
“Perkuat konvergensi, jangan bekerja sendiri-sendiri. Penurunan stunting bukan hanya kerja pemerintah pusat, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh tingkatan pemerintahan dan masyarakat. Kita perlu memastikan ibu hamil mendapatkan pendampingan, ibu menyusui memperoleh perhatian, balita dipantau pertumbuhannya, serta keluarga yang membutuhkan mendapatkan intervensi yang tepat,” katanya.
Riza menyebut upaya tersebut perlu melibatkan pemerintah pusat hingga desa, puskesmas, posyandu, kader pembangunan manusia, dan tim pendamping keluarga. Ia juga meminta data digunakan sebagai dasar penentuan kebijakan dan langkah intervensi.
Melalui pemantauan dan evaluasi, pemerintah daerah diharapkan dapat mengenali program yang berhasil, kendala yang dihadapi, serta pihak yang bertanggung jawab atas tindak lanjut. Menurut laporan yang sama, Riza mengatakan pendekatan penanganan perlu disesuaikan dengan tantangan dan kebutuhan tiap desa serta kabupaten.
Ia meminta pemerintah desa menggerakkan partisipasi masyarakat, memperkuat layanan desa, mendukung kegiatan posyandu, dan memastikan pembangunan memberi manfaat langsung bagi ibu dan anak. Riza menekankan keberhasilan tidak hanya dinilai dari jumlah kegiatan, tetapi juga perubahan yang dirasakan masyarakat.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan Galuh Tantri Narinda mengatakan kegiatan evaluasi penting untuk meningkatkan kinerja Kader Pembangunan Manusia, Tim Pendamping Keluarga, dan kader posyandu. Ia menyebut para kader membantu memantau tumbuh kembang balita, mendatangi rumah ibu hamil, dan mengenali kondisi keluarga.
Galuh mengatakan 12 perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan turut mendukung upaya penurunan stunting melalui program sesuai bidang masing-masing. Program yang disebutnya meliputi pembinaan posyandu dan PKK, penguatan ketahanan pangan keluarga, pelatihan kader pangan, bantuan benih sayuran, serta gerakan makan ikan.
Dukungan lain, menurut Galuh, berupa perbaikan rumah tidak layak huni dan fasilitas sanitasi serta bantuan makanan tambahan bagi ibu dan anak dari keluarga penerima manfaat. Ia mengatakan pemerintah provinsi terbuka terhadap masukan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta akan mengawal rencana tindak lanjut bersama pemerintah kabupaten dan kota.