
Pendapatan Garuda Tumbuh 13,2% hingga September
20 menit yang lalu
Pemerintah ingin melengkapi akses keuangan dengan literasi, ketahanan, dan keamanan finansial.
Terbit · 1 min read

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah mengarahkan kebijakan keuangan nasional untuk mendorong kesejahteraan finansial, bukan hanya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Menurut laporan ANTARA, Airlangga menyampaikan hal itu dalam International Fora for Kredit Program Pemerintah di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (29/10/2026).
Dalam acara tersebut, Airlangga menyebut tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 93 persen, sedangkan literasi keuangan masih sekitar 63 persen. Ia menilai peningkatan literasi perlu mengimbangi luasnya akses agar masyarakat dapat memahami dan mengelola keuangan dengan baik.
Airlangga mengatakan arah kebijakan itu menjadi salah satu tujuan pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan yang baru diluncurkan Presiden. Pemerintah, menurutnya, ingin masyarakat mampu mengelola keuangan, menghadapi tekanan ekonomi, dan menjaga keamanan kondisi finansial.
Airlangga menyampaikan bahwa Presiden ingin masyarakat memahami kesejahteraan keuangan melalui kesehatan, ketahanan, dan keamanan finansial.
Airlangga juga menekankan perlunya memperluas pembiayaan produktif, terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menyebut pembiayaan perlu memberi dampak terhadap kegiatan ekonomi dan peningkatan kapasitas usaha.
“Setiap rupiah pembiayaan, termasuk kredit program, harus kita arahkan seproduktif mungkin,” ujar Airlangga. Ia menyebut kredit UMKM tercatat Rp1.539,2 triliun dengan pertumbuhan 2,7 persen, sementara Kredit Usaha Rakyat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas akses pembiayaan.
Menurut paparan Airlangga, porsi kredit untuk sektor produksi telah mencapai 68 persen, melampaui target 65 persen. Pemerintah juga mendorong peningkatan kelas UMKM dan integrasi data agar penyaluran kredit lebih tepat sasaran.
Airlangga berharap penguatan ekosistem kredit dapat memperluas kesempatan masyarakat mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga.