
Mojtaba Minta Tak Berharap pada Perubahan Kebijakan AS
22 menit yang lalu
Dua analis melihat peluang koreksi IHSG, dengan level penting yang berbeda dalam proyeksi masing-masing.
Terbit · 1 min read

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana dan Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memproyeksikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (6/11/2026). Menurut laporan CNNIndonesia.com, Herditya memperkirakan indeks rentan melanjutkan koreksi, sedangkan Ivan melihat peluang kenaikan jika level tertentu bertahan.
Proyeksi itu berlaku untuk perdagangan Jumat (6/11/2026). Sehari sebelumnya, Kamis (5/11/2026), IHSG ditutup pada level 5.030 setelah menguat 110,49 poin atau 2,25 persen dari perdagangan sebelumnya.
Herditya memperkirakan koreksi dapat membawa IHSG ke rentang 4.763-4.807, tetapi indeks juga berpeluang menguat menuju level resistansi 5.143. Dalam riset hariannya, ia menyebut posisi indeks diperkirakan masih berada pada bagian dari gelombang (v) dari gelombang [v].
Herditya memproyeksikan level dukungan IHSG berada di 4.847 dan 4.763, dengan level resistansi 5.143 dan 5.247. Ia merekomendasikan saham ARCI, BIPI, BREN, dan INDY.
Sementara itu, Ivan memperkirakan IHSG berpotensi naik menuju 5.143 selama mampu bertahan di atas 4.876. Jika turun di bawah level itu, menurut proyeksinya, koreksi dapat berlanjut menuju 4.737.
Ivan memprakirakan level dukungan berikutnya berada di 4.737, 4.652, dan 4.563, sedangkan level resistansi berada di 5.051, 5.191, dan 5.418. Ia merekomendasikan saham GOTO, ICBP, ISAT, dan MDKA.
Menurut laporan yang sama, transaksi saham pada Kamis mencapai Rp9,85 triliun dengan volume 22,75 miliar saham, mengutip data RTI Infokom. Sebanyak 440 saham menguat, 178 melemah, dan 99 tidak berubah; rekomendasi saham tersebut merupakan pandangan analis, bukan kepastian hasil investasi.