
Ronaldo Diklaim Tolak Laga Perpisahan
17 menit yang lalu
Ancaman bom memicu pengalihan pesawat, pemeriksaan bandara, dan evakuasi penumpang di sejumlah negara Eropa.
Terbit · 2 min read

Sedikitnya 25 penerbangan di Eropa terdampak rangkaian ancaman bom, menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Reuters. Sejumlah pesawat dialihkan atau mendarat di luar jadwal, sementara penumpang dievakuasi untuk pemeriksaan.
Gangguan terjadi pada Kamis (5/11/2026) di sejumlah negara, termasuk Denmark, Polandia, Spanyol, Italia, Republik Ceko, Bulgaria, Rumania, dan Austria. Ancaman menyasar penerbangan komersial dan memicu pemeriksaan di beberapa bandara.
Di Spanyol, otoritas menerima tiga ancaman melalui surat elektronik dalam waktu kurang dari 20 menit sejak sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Ancaman itu menyasar dua penerbangan Air Europa dari Madrid menuju Paris serta empat penerbangan Iberia dari Roma dan Milan.
Menurut laporan yang sama, beberapa pesawat di Spanyol dihentikan atau dikembalikan ke area parkir, lalu penumpangnya diturunkan untuk pemeriksaan. Di Bandara Kopenhagen, petugas penjinak bom memeriksa dua pesawat dan tidak menemukan perangkat peledak.
Angkatan Udara Bulgaria menyatakan jet tempurnya mengawal tiga pesawat komersial hingga mendarat. Salah satunya penerbangan dari London menuju Sofia yang dialihkan ke Plovdiv.
Di Italia, jet tempur mengawal pesawat Finnair dari Helsinki hingga mendarat di Roma. Penerbangan Aer Lingus dari Dublin menuju Roma dialihkan ke Bandara Evreux, Prancis, sedangkan pesawat Wizz Air dari Milan mendarat dengan selamat di Bukares.
Di Warsawa, penerbangan LOT menuju Paris dihentikan saat bergerak menuju landasan pacu dan penumpangnya dipindahkan ke pesawat lain sebagai tindakan pencegahan. Sejumlah penerbangan di Praha juga menerima ancaman, tetapi mendarat sesuai jadwal.
Kepala perusahaan keamanan penerbangan Dyami, Eric Schouten, mengatakan ancaman itu perlu dilihat dalam konteks kemungkinan perang hibrida yang dapat menyasar berbagai sektor. Direktur utama perusahaan keamanan siber penerbangan Cyviation, Eliran Almog, menilai ancaman berulang dapat mengganggu operasi sekaligus menguji respons maskapai, bandara, dan otoritas.
Laporan tersebut menyebut sejumlah pejabat Eropa mengkhawatirkan dugaan serangan hibrida yang dituding melibatkan Rusia, tetapi belum ada negara yang secara langsung mengaitkan ancaman bom ini dengan pihak tertentu. Pada Selasa (3/11/2026), sedikitnya tujuh penerbangan dan sebuah kapal pesiar juga menerima ancaman bom yang mengganggu sejumlah bandara Eropa.