
111 SMA-SMK di Jakbar Ikuti TKA 2026
10 menit yang lalu
Bulog melelang 380 ribu ton beras turun mutu di seluruh Indonesia dengan prioritas bagi pelaku UMKM pangan.
Terbit · 2 min read

Perum Bulog memprioritaskan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menyerap lelang 380 ribu ton beras yang mengalami penurunan mutu. Menurut laporan ANTARA, komoditas pangan tersebut akan dialokasikan menjadi bahan baku tepung guna mengoptimalkan cadangan pangan pemerintah.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan hal itu setelah menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas Pangan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (26/10/2026). Ia memastikan pelaksanaan lelang tidak hanya berlangsung di Jakarta, melainkan dibuka di seluruh daerah melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang.
Lelang di berbagai daerah bertujuan membuka kesempatan bagi UMKM di berbagai wilayah untuk memperoleh akses bahan baku. "Prioritasnya untuk rakyat, UMKM-UMKM. Makanya nanti dijualnya enggak di Jakarta doang dilelangnya, tapi di seluruh tanah air," kata Rizal.
Menurut laporan yang sama, stok beras yang dilepas ke pasar merupakan persediaan yang telah disimpan lebih dari enam bulan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pelelangan dimaksudkan untuk mencegah kerusakan beras yang dapat menimbulkan kerugian bagi keuangan negara.
Rizal menjelaskan bahwa pelelangan dilakukan agar beras tidak rusak dan negara tidak mengalami kerugian. "Kan dari pada rusak, berasnya rusak, terus nanti kalau rusak kan negara jadi rugi," ujarnya.
Bulog menegaskan bahwa harga jual lelang tetap merujuk pada ketentuan pemerintah dengan memperhatikan dinamika harga pasar yang wajar. Kebijakan ini diharapkan memberi ruang keuntungan yang memadai bagi pelaku usaha yang memproses komoditas tersebut.
Program hilirisasi beras menjadi tepung ini telah disepakati sejak rapat koordinasi pangan pada 7 September 2026 guna menjaga tata kelola Cadangan Beras Pemerintah yang telah melampaui 5 juta ton. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menerangkan bahwa kebijakan ini dirancang untuk menyerap beras yang menurun mutunya sekaligus menjaga stabilitas harga tepung.
"Itu (stok beras) yang mutunya turun, itu nanti bisa dibeli oleh pabrik-pabrik pengusaha tepung, itu (stok beras turun mutu) untuk dijadikan tepung, sehingga harga tepung yang naik juga bisa turun," kata Zulkifli Hasan. Pemerintah memperkirakan komoditas pangan ini dapat dilelang kepada pelaku industri pengolahan dengan patokan harga minimal Rp11.000 per kilogram.