
Relokasi 31 KK untuk Pelebaran Kali Apuran Tuntas
39 menit yang lalu
Penutupan impor singkong berdampak pada naiknya harga di tingkat petani hingga Rp3 ribu per kilogram dan membuka peluang ekspor.
Terbit · 1 min read

Kebijakan penutupan keran impor pangan berdampak langsung pada kenaikan harga komoditas singkong di tingkat petani. Menurut laporan cnnindonesia.com, harga singkong di tingkat produsen kini menyentuh angka Rp3 ribu per kilogram.
Keterangan tersebut disampaikan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Jakarta pada Senin (26/10/2026). Pernyataan itu diutarakan seusai menghadiri Rapat Koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Amran menyatakan kenaikan harga komoditas tersebut disambut gembira oleh para petani di lapangan. Sebelumnya, para petani singkong berulang kali menggelar aksi demonstrasi untuk menuntut kepastian harga jual.
Amran memastikan kondisi harga terkini tersebut secara langsung dari perkembangan di lapangan. "Sekarang setelah kita tutup impor, harganya (singkong) di lapangan kemarin, ini disambut gembira oleh petani singkong, Rp3 ribu per kilo," ujar Amran.
Selain menahan masuknya produk dari luar negeri, pemerintah memproyeksikan Indonesia berpeluang mengekspor singkong ke pasar global. Perubahan status dari negara pengimpor menjadi pengekspor tersebut dinilai berlangsung dalam kurun waktu singkat.
Terkait kepastian agenda perdagangan itu, Amran menegaskan langkah pengiriman akan diupayakan pada pekan berikutnya. "Bahkan minggu depan insya Allah ekspor ke luar negeri. Bayangkan impor menjadi ekspor dalam waktu singkat," katanya.
Pemerintah menilai harga jual yang lebih baik memberikan keuntungan nyata sekaligus mendorong petani untuk terus meningkatkan produksi. "Kesimpulannya, petani diuntungkan. Petani untung, mereka berproduksi," ujarnya.
Kendati demikian, Amran belum mengungkap secara perinci nama negara yang menjadi sasaran ekspor singkong tersebut.