
Tersangka Pembunuhan Madiun Ditangkap di Jombang
10 menit yang lalu
Pembalap menolak balapan di Qatar karena kekhawatiran keselamatan di tengah konflik di Timur Tengah.
Terbit · 1 min read

Sejumlah pembalap MotoGP dilaporkan menolak tampil dalam MotoGP Qatar 2026. Penolakan itu muncul karena kekhawatiran terhadap keselamatan di tengah konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah.
Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Lusail pada 6 hingga 8 November 2026. Menurut laporan CNN Indonesia, para pembalap membahas penolakan itu dalam pertemuan tertutup di Phillip Island, Australia.
Menurut laporan M Sport, hasil pemungutan suara dalam pertemuan tersebut adalah 15 suara menolak balapan di Qatar dan lima suara mendukung. Jurnalis The Race, Simon Patterson, juga melaporkan adanya pertemuan rahasia para pembalap.
Patterson mengatakan perlawanan itu muncul setelah Dorna bersikeras MotoGP Qatar 2026 tidak akan dibatalkan atau diubah. Dalam keterangannya, ia menyebut pemungutan suara menghasilkan sekitar 15 suara menolak dan lima suara mendukung.
Wakil CEO Dorna Carlos Ezpeleta sebelumnya mengatakan pihaknya tidak memiliki tugas berbicara dengan pembalap yang mengeluhkan kondisi di Qatar.
Para pembalap menyewa seorang pengacara untuk mengirimkan surat kepada semua tim yang menyatakan penolakan membalap di Qatar. Menurut Patterson, surat-surat itu dikirim untuk memicu tindakan dari pihak tim, sementara hasil akhirnya belum pasti.
Sejumlah sumber menyebut beberapa tim dan pembalap memiliki sikap kuat terkait masalah tersebut. Tim pabrikan seperti Ducati, Honda, dan Yamaha diperkirakan akan menolak balapan di Lusail.
Penolakan itu berpotensi memicu perdebatan dengan Dorna mengenai jadwal dan integritas MotoGP. Laporan yang sama menyebut pencarian jadwal pengganti serta alokasi poin dapat terdampak, setelah MotoGP Australia 2026 dibatalkan karena cuaca buruk.