
Polisi Bubarkan Tawuran di Makassar, 8 Orang Diamankan
23 menit yang lalu
KJRI Melbourne mempertemukan pelaku usaha Indonesia dan calon mitra Australia lewat temu bisnis dan forum bisnis.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne (KJRI Melbourne), Australia, menggelar temu bisnis dan forum bisnis untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon mitra mereka di Australia. Kedua kegiatan itu merupakan rangkaian acara Festival Indonesia 2026.
Temu bisnis telah berlangsung pada Kamis (22/10/2026). Forum bisnis dijadwalkan pada Selasa (27/10/2026) di RMIT University, Melbourne, dengan tema keamanan siber dan kepercayaan digital dalam ekonomi digital Indonesia-Australia yang digerakkan kecerdasan buatan.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Melbourne Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo menyampaikan hal itu dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (25/10/2026). Menurut dia, kegiatan tersebut mencerminkan bahwa kedekatan kedua negara tidak hanya soal geografi, tetapi juga hubungan antarmasyarakat yang terus tumbuh dan membuka peluang kerja sama baru.
Ia menyampaikan bahwa forum bisnis tersebut akan menjadi ruang bagi perwakilan pemerintah, industri, dan akademisi dari Indonesia dan Australia. Mereka akan membahas isu-isu penting dalam ekonomi digital dan perdagangan lintas negara.
Sejumlah isu yang menjadi sorotan antara lain tata kelola data lintas batas, regulasi dan akses pasar, serta identitas digital dan keamanan siber.
Dalam forum itu, perusahaan teknologi identitas digital asal Indonesia, Privy ID, dijadwalkan hadir bersama sejumlah perusahaan keamanan siber Australia yang telah merambah pasar global. Perusahaan tersebut adalah CyberCert, Palo Alto Networks, DHI-AI, dan Guardware.
Menurut laporan yang sama, dalam peluncuran Australia-Indonesia Partnership for Economic Development (PROSPERA) di Jakarta pada Kamis (22/10/2026), Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menyatakan bahwa perdagangan bilateral kedua negara meningkat tiga kali lipat dalam lima tahun terakhir. Ia menyebut capaian itu sebagai hasil penerapan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA).
Penny Wong juga mengatakan bahwa dalam lima tahun di bawah perjanjian tersebut, perdagangan kedua negara naik hampir tiga kali lipat hingga mencapai 33 miliar dolar Australia, atau sekitar Rp415,50 triliun. Ia turut menyoroti bahwa investasi antara kedua negara tumbuh 8,4 persen dalam periode yang sama.