
Suahasil Tekankan Peran APBN pada Hari Oeang
16 menit yang lalu
Sarmuji menargetkan peningkatan utilisasi industri untuk mendorong ekspansi manufaktur dan kontribusinya terhadap ekonomi.
Terbit · 1 min read

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menargetkan utilisasi industri naik menjadi 80–85 persen dari posisi 66,13 persen. Menurut laporan ANTARA, target itu dimaksudkan untuk memperbesar kontribusi manufaktur terhadap perekonomian nasional.
Sarmuji menyampaikan hal tersebut di Jakarta pada Jumat (30/10/2026) dalam Rapimnas Kadin 2026. Laporan ANTARA menyebut industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen pada triwulan II 2026, sedangkan ekonomi nasional tumbuh 5,29 persen.
Ia mengatakan peningkatan utilisasi menjadi peluang untuk mendorong ekspansi industri. Menurut Sarmuji, kinerja manufaktur menunjukkan tren pertumbuhan positif di tengah narasi deindustrialisasi.
Pada 2025, industri pengolahan tumbuh 5,3 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Sarmuji menyebut pertumbuhan industri mulai berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sejak akhir 2025.
Sarmuji mengatakan pertumbuhan industri mulai melampaui pertumbuhan ekonomi nasional pada akhir 2025, untuk pertama kalinya dalam 12 tahun. Sebelumnya, pertumbuhan sektor industri biasanya sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi nasional.
Sarmuji menilai capaian tersebut menunjukkan industri nasional masih menjadi tulang punggung perekonomian dan tidak mengalami kontraksi. Ia juga menyebut investasi industri pengolahan mencapai 38,98 persen dari total investasi nasional.
Menurut laporan ANTARA, kontribusi ekspor industri pengolahan pada Agustus 2026 tercatat 159,55 miliar dolar AS atau 82,40 persen dari total ekspor nasional. Indeks Kepercayaan Industri pada Oktober 2026 mencapai 53,77, naik dari 51,9 pada September, sedangkan indeks manajer pembelian manufaktur Indonesia pada September berada di 52,1.
Sarmuji mengatakan kedua indikator tersebut menunjukkan aktivitas manufaktur masih berada dalam fase ekspansi. Ia juga menilai pasar domestik yang memiliki 287,2 juta penduduk menopang pengembangan industri; konsumsi rumah tangga pada 2025 tercatat Rp12.834,8 triliun dan 78 persen produk manufaktur nasional diserap di dalam negeri.