
Apriyani Rahayu Akhiri Musim 2026 Lebih Cepat
9 menit yang lalu
Kesepakatan membuka penjajakan kerja sama bisnis, konektivitas maritim, dan pertukaran teknologi.
Terbit · 1 min read

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menandatangani nota kesepahaman dengan Port of Los Angeles (PoLA) untuk menjajaki pengembangan bisnis kepelabuhanan dan logistik serta memperkuat konektivitas maritim Indonesia-Amerika Serikat. Menurut laporan CNBC Indonesia, kesepakatan itu ditandatangani Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar dan Direktur Eksekutif PoLA Eugene D. Seroka.
Achmad menyampaikan keterangan resmi pada Jumat (6/11/2026). Laporan itu tidak merinci lokasi penandatanganan MoU.
Ruang lingkup penjajakan mencakup peningkatan layanan pelayaran, fasilitasi perdagangan, pengembangan infrastruktur pelabuhan, serta pertukaran pengetahuan dalam tata kelola kepelabuhanan. Kedua pihak juga akan membahas optimalisasi rantai pasok melalui digitalisasi, pelabuhan ramah lingkungan, riset, dan inovasi.
Achmad mengatakan kemitraan itu diharapkan membuka peluang bisnis baru dan memperlancar arus perdagangan maritim kedua negara. Ia menyebut kedua pihak memiliki rekam jejak kerja sama yang baik.
Hubungan Pelindo dan PoLA telah terjalin sejak 2019, antara lain melalui promosi layanan pelayaran CMA CGM Columbus-JAX yang menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan Los Angeles. Pada Agustus 2026, keduanya juga menandatangani surat pernyataan minat sebagai dasar penjajakan kemitraan yang lebih luas.
Dalam kerja sama terbaru, kedua pihak berpeluang menjajaki pertukaran pengetahuan mengenai Port Optimizer milik PoLA dan ADHARA, platform Pelindo untuk menghubungkan ekosistem maritim dan logistik. Laporan tersebut menyebut penjajakan ini sebagai salah satu peluang kolaborasi digital.
Seroka menyambut baik penguatan hubungan itu untuk mendorong konektivitas maritim dan menjajaki peluang bisnis kepelabuhanan. Ia juga menyebut peluang kerja sama dalam pengembangan pelabuhan, peningkatan operasional, serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman.
Selanjutnya, Pelindo dan PoLA akan menjajaki penyusunan program kerja prioritas dan tindak lanjut teknis. Fokusnya adalah mengidentifikasi peluang bisnis yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan ketentuan masing-masing pihak.