
Rosiade Padel Tournament Raih Dua Rekor MURI
18 menit yang lalu
Pameran perdana di Cilacap ini menghadirkan 40 stan dan lebih dari 50 pelaku UMKM.
Terbit · 1 min read

PT Pertamina Patra Niaga menyelenggarakan Pertamina SMEXPO Cilacap 2026 untuk memperluas akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut laporan ANTARA, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat pemberdayaan UMKM.
Pameran berlangsung pada Jumat (6/11/2026) hingga Minggu (8/11/2026) di Alun-Alun Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Penyelenggaraan ini merupakan yang pertama di kabupaten tersebut, dengan 40 stan yang melibatkan lebih dari 50 pelaku UMKM dari Cilacap dan sekitarnya.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan SMEXPO menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pertamina Group untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas usaha, dan memperkuat daya saing produk lokal. Kegiatan ini mengusung tema “Lokal Menjadi Vokal”.
Kitty mengatakan, melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM dapat memperkenalkan produk, membangun jejaring bisnis, dan menjajaki peluang kemitraan dengan konsumen maupun calon pembeli. Menurut laporan yang sama, kegiatan ini juga mempertemukan UMKM dengan pemerintah daerah dan calon mitra bisnis.
Kitty menyebut pemberdayaan UMKM sebagai salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat melalui pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Ia menilai dukungan kepada UMKM perlu mencakup pembinaan sekaligus pembukaan akses pasar dan perluasan jejaring.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan SMEXPO merupakan bagian dari komitmen perusahaan memperkuat ekosistem pemberdayaan UMKM, mulai dari pembinaan hingga perluasan akses pasar. Ia menyebut kolaborasi perusahaan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan sebagai faktor penting untuk membuka peluang usaha lebih luas.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Hermawan Budiantoro mengatakan Cilacap memiliki potensi ekonomi dan kreativitas masyarakat yang besar. Menurut Hermawan, produk lokal perlu dikembangkan agar memiliki nilai tambah dan dapat menjangkau pasar lebih luas.