
Kemenkes Ancam Sanksi RSUD soal SATUSEHAT
10 menit yang lalu
Pembelian senilai sekitar Rp4,19 miliar menambah kepemilikan Yeo di Wilmar menjadi lebih dari satu juta saham.
Terbit · 2 min read

Mantan Menteri Luar Negeri Singapura George Yeo membeli 100.000 saham Wilmar International senilai sekitar Rp4,19 miliar. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip The Straits Times, pembelian itu menambah kepemilikan Yeo di perusahaan agribisnis tersebut menjadi lebih dari satu juta saham.
Transaksi dilakukan di pasar terbuka pada Rabu (4/11/2026) dengan harga S$2,97 per saham, menurut dokumen yang dilaporkan kepada Bursa Efek Singapura. Nilai totalnya S$297.000 atau sekitar Rp4,19 miliar.
Pembelian tersebut terjadi saat harga saham Wilmar turun lebih dari 14 persen dalam sebulan. Laporan yang sama mengaitkan tekanan itu dengan sorotan otoritas Singapura terhadap dugaan hubungan perusahaan-perusahaan dengan kebakaran lahan di Indonesia yang memperburuk kabut asap lintas batas.
Pada Jumat (23/10/2026), Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura (NEA) meminta informasi dari 10 perusahaan tercatat, termasuk Wilmar. Permintaan itu mencakup hubungan korporasi, konsesi lahan di Indonesia, serta upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran.
Kepala Eksekutif Wilmar Kuok Khoon Hong juga dipanggil pemerintah untuk menghadiri pertemuan tertutup pada Kamis (29/10/2026).
Wilmar menyatakan pada Senin (2/11/2026) bahwa NEA menunjuk Control Risks Group untuk menilai kemungkinan keterkaitan perusahaan dengan kebakaran di Indonesia yang berkontribusi terhadap kabut asap di Singapura dan Malaysia. Perusahaan menyatakan akan bekerja sama secara sukarela dengan penilai dan firma hukum Dentons Rodyk & Davidson, termasuk dengan menyediakan dokumen, informasi, akses lokasi, serta personel terkait.
Wilmar juga menyatakan telah menyerahkan dokumen dan informasi tahap pertama sebagai tanggapan atas pemberitahuan NEA berdasarkan Undang-Undang Polusi Kabut Asap Lintas Batas. Sebelumnya, perusahaan menyebut telah menjual pupuk dan bahan bakar diesel untuk alat berat kepada enam dari 10 perusahaan yang diidentifikasi NEA memiliki keterkaitan dengan kabut asap.
Menurut Wilmar, penjualan tersebut menghasilkan pendapatan sekitar US$22,5 juta atau Rp407,25 miliar pada tahun fiskal 2025. Yeo bergabung sebagai direktur independen Wilmar pada April 2024; sebelumnya ia menjabat Menteri Luar Negeri Singapura hingga 2011 dan pernah memegang posisi eksekutif di grup perusahaan Kerry. Wilmar dan Kerry sama-sama berada di bawah kendali keluarga Kuok dari Malaysia.