
OJK Dorong Pembiayaan UMKM dan Petani Sulutgo
13 menit yang lalu
PGE menjajaki pusat data sebagai penyerap listrik panas bumi dan menyiapkan pasokan awal 5 MW dari PLTP Kamojang.
Terbit · 1 min read

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Ahmad Yani menilai prospek bisnis listrik panas bumi di Indonesia semakin cerah. Menurut laporan CNNIndonesia.com, ia menyebut meningkatnya kebutuhan listrik sebagai salah satu peluang bagi pengembangan energi tersebut.
Yani menyampaikan pandangannya saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2026). Ia menilai pengembangan potensi panas bumi secara maksimal sekalipun belum tentu mencukupi lonjakan permintaan listrik.
Menurut Yani, prospek panas bumi tidak hanya berkaitan dengan statusnya sebagai energi hijau, tetapi juga perannya dalam ketahanan energi nasional. Ia mengaitkan hal itu dengan krisis energi global yang mendorong negara-negara mengembangkan sumber energi domestik.
Untuk merespons peluang kebutuhan listrik, PGE menjajaki sektor pusat data. Yani mengatakan perusahaan sedang berdiskusi dengan sejumlah pelaku industri pusat data agar menjadi penyerap pasokan listrik PGE.
Yani juga menyebut studi teknologi telah dilakukan untuk menunjukkan bahwa panas bumi dapat menjadi sumber energi mandiri bagi fasilitas pusat data. PGE merencanakan proyek percontohan untuk menguji pemanfaatan tersebut tanpa menghubungkan fasilitas ke sumber energi lain.
PLTP Kamojang dipilih sebagai pemasok listrik bagi proyek pusat data itu. Pada tahap awal, PGE menyiapkan pasokan berkapasitas 5 megawatt (MW) untuk menguji keandalan listrik panas bumi.
Menurut laporan yang sama, Yani mengatakan proyek percontohan tersebut juga akan digunakan untuk menunjukkan aspek teknologi, lingkungan, dan kelayakan komersial. Bahan sumber tidak merinci jadwal pelaksanaan proyek tersebut.