
Pemilih AS Memilih Anggota Kongres dan Gubernur
19 menit yang lalu
Pendapatan PYFA tumbuh 17,2 persen, sementara rugi periode berjalan menyusut 7,4 persen.
Terbit · 2 min read

PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mencatat pendapatan neto Rp2,41 triliun pada kuartal ketiga 2026, tumbuh 17,2 persen dibandingkan Rp2,06 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Menurut laporan ANTARA, Direktur Keuangan PYFA Sinta Ningsih menyebut layanan pengembangan dan manufaktur kontrak yang beroperasi di Indonesia dan Australia turut menopang pertumbuhan.
Kinerja tersebut mencakup periode hingga kuartal ketiga 2026, sedangkan laporan ANTARA terbit pada 4 November 2026. Perusahaan mencatat laba bruto Rp542,76 miliar, naik 29,9 persen dari Rp417,86 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut laporan yang sama, margin laba bruto meningkat menjadi 22,5 persen dari 20,3 persen. Sinta mengaitkan peningkatan itu dengan volume produksi lebih besar yang menurunkan biaya tetap per unit.
Pada tingkat operasional, EBITDA PYFA mencapai Rp239,9 miliar, dibandingkan Rp8,8 miliar setahun sebelumnya. Depresiasi dan amortisasi tercatat Rp252,7 miliar, sebagian besar terkait aset hasil akuisisi Probiotec, sementara beban keuangan mencapai Rp322,4 miliar.
PYFA masih membukukan rugi periode berjalan Rp338,7 miliar, tetapi nilainya menyusut 7,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Setelah memperhitungkan selisih kurs penjabaran, rugi komprehensif menyusut 27,8 persen menjadi Rp221,4 miliar.
Sinta menyatakan perbaikan kinerja hingga kuartal ketiga mencerminkan perkembangan strategi ekspansi dan efisiensi operasional yang dijalankan perusahaan selama dua tahun terakhir. Ia juga mengatakan PYFA memperluas portofolio produk berlisensi untuk memenuhi kebutuhan terapi penyakit dengan beban kesehatan nasional besar.
Pada September 2026, perusahaan memperoleh persetujuan izin edar BPOM untuk Fenofibrate 145 mg, yang ditujukan untuk penanganan gangguan lipid dan pencegahan masalah kardiovaskular. Menurut laporan ANTARA, data BPJS Kesehatan untuk Januari hingga September 2026 mencatat pembiayaan penyakit jantung Rp17,35 triliun dan stroke Rp7,21 triliun; kontribusi produk tersebut diperkirakan mulai terlihat pada periode berikutnya seiring distribusi.
Kapabilitas layanan pengembangan dan manufaktur kontrak PYFA dibangun bertahap sejak akuisisi Probiotec dan peluncuran layanan itu pada 2024. Perusahaan menyelesaikan ekspansi fasilitas injeksi steril Lini 3 di PT Ethica Industri Farmasi, yang ditargetkan mulai berproduksi komersial pada 2027. Fasilitas PYFA di Australia telah mengantongi lisensi Therapeutic Goods Administration untuk membuka akses ke pasar ekspor.