
BRAN Kawal Hak Warga dalam Pembangunan Pantura
20 menit yang lalu
Aksi menuntut perubahan pendidikan itu berlangsung di tengah gelombang protes Gen Z di Eropa.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, para siswa sekolah menengah memblokade akses ke SMA Hélène Boucher di Paris, Prancis, pada Selasa (3/11/2026). Mereka berkumpul di hadapan polisi antihuru-hara.
Aksi tersebut merupakan bagian dari demonstrasi yang menuntut perbaikan reformasi pendidikan, sistem penerimaan universitas, dan pendanaan sekolah. Para siswa menilai tuntutan mereka belum terpenuhi.
Menurut laporan yang sama, Kementerian Pendidikan Prancis mencatat 48 sekolah menengah telah diblokade hingga pukul 09.30 waktu setempat. Jumlah itu disebut sekitar 1 persen dari total sekolah menengah di negara tersebut.
Gabriel, seorang siswa berusia 16 tahun, menyatakan para demonstran menuntut penghapusan Parcoursup, platform penerimaan universitas di Prancis. Ia menilai usulan pemerintah dan komitmen pendanaan yang tersedia belum memadai.
Para siswa juga menuntut renovasi sekolah-sekolah yang sudah tua, penambahan guru dan kuota kursi universitas, serta perubahan sistem penerimaan mahasiswa. Menurut laporan yang sama, para kritikus menilai sistem penerimaan saat ini merugikan sebagian siswa.
Demonstrasi di Prancis berlangsung di tengah gelombang protes Gen Z di sejumlah negara Eropa. Laporan tersebut mengaitkan gelombang itu dengan kekhawatiran mengenai biaya hidup dan pendidikan, serta persepsi bahwa kalangan politik kurang mengambil tindakan nyata.
Pekan sebelumnya, Menteri Pendidikan Edouard Geffray mengusulkan pengurangan jumlah siswa per kelas, dana miliaran euro untuk renovasi sekolah, penambahan kuota perguruan tinggi, dan sistem penerimaan baru paling lambat pada 2028. Perwakilan siswa menolak tawaran itu karena dianggap belum mencukupi dan menyatakan aksi akan berlanjut.