
Polisi Selidiki Dugaan Peluru Nyasar di Cibubur
11 menit yang lalu
Dian Sastrowardoyo menyebut anggaran terbatas membuat karakter Kinan belum muncul di film pendek "Laut Bercerita".
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, Dian Sastrowardoyo, pemeran Kasih Kinanti (Kinan) di film panjang "Laut Bercerita" karya Yosep Anggi Noen, ingin karakter Kinan hadir sejak film pendek karya Pritagita Arianegara.
Keterbatasan anggaran membuat karakter tersebut belum dapat dimunculkan dalam produksi film pendek itu. Dian menyampaikannya saat ditemui ANTARA di studio foto di Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026).
Menurut Dian, saat itu timnya memiliki banyak keterbatasan sehingga tata artistik dan latar harus dibuat kecil agar sesuai dengan anggaran. Dalam film pendek tersebut, Dian berperan sebagai Anjani, kekasih Biru Laut yang diperankan Reza Rahadian.
Dian mengatakan karakter Kinan sebagai pengatur gerakan kelompok Winatra membutuhkan ruang gerak yang lebih besar. Karena itu, karakter tersebut kurang sesuai dengan konsep visual film pendek yang minimalis, sebab peran pemimpin biasanya berada di ruang-ruang yang lebih publik.
Menurut laporan yang sama, Dian yang saat itu menjadi salah satu produser film pendek tersebut mengatakan ia dan tim menilai latar kecil berupa rumah paling memungkinkan. Di rumah itu, hanya Anjani dan adiknya, Asmara (Jati), yang digambarkan datang.
Pengalaman produksi film pendek tersebut menjadi bagian dari perjalanan kreatif para pemeran sebelum cerita "Laut Bercerita" dikembangkan ke format film panjang. Dengan proses yang turut mengandalkan novel karya Leila S Chudori, skenario yang menampilkan Kinan dapat dirancang oleh Yosep Anggi Noen dan Leila S Chudori.
Reza Rahadian mengatakan diskusi tim produksi bersama para aktivis yang terkait dengan cerita penculikan di masa lalu menjadi salah satu pembeda antara film panjang dan film pendeknya. Ia menyebut sempat terlibat di film pendek tersebut, dan itulah pertama kali ia mengenal Laut serta membaca bukunya.
Reza menjelaskan, selain buku, tim berbekal naskah dan skenario karena Leila S Chudori menjadi penulis naskah film bersama Yosep Anggi Noen. Tim juga berbagi cerita dan pengalaman dengan para aktivis, mulai dari pengalaman berorganisasi dan cinta hingga cara mereka bergerak dan menyuarakan isu penting. "Mungkin itu yang membedakan proses film panjang ini dengan film pendek yang sebelumnya," kata Reza.