
Banjir Lintasan Rendam Jalan Mayor Oking Cibinong
10 menit yang lalu
Festival di TMII menampilkan perwakilan provinsi melalui pawai budaya dan pertunjukan seni.
Terbit · 1 min read

Festival Negeri Kami 2026 yang digagas International Creatives Exchange (ICE) dibuka di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, dengan menghadirkan perwakilan 38 provinsi dalam satu panggung. Menurut laporan ANTARA, festival tersebut dibuka oleh Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra.
Pendiri sekaligus Global Head ICE, Atta Ul Karim, mengatakan festival itu lahir dari rasa terima kasihnya kepada Indonesia. Ia menyebut telah tinggal di Indonesia selama 18 tahun bersama keluarganya.
Atta menuturkan, gagasan festival bermula dari diskusi tim sekitar delapan bulan sebelum acara. Tim kemudian memilih mengumpulkan perwakilan 38 provinsi untuk menampilkan kekayaan budaya Indonesia.
Menurut Atta, penyelenggaraan acara budaya perlu dilandasi ketulusan dan diarahkan untuk menghidupkan budaya Indonesia. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan atas dukungannya.
Mahendra mengatakan kehadirannya menunjukkan komitmen kementerian dalam mendukung upaya pemajuan kebudayaan. Ia menilai festival itu dapat menghibur sekaligus mengenalkan keragaman Indonesia kepada masyarakat.
Mahendra menyebut pemajuan kebudayaan dijamin Pasal 32 UUD 1945 dan diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017. Ia juga menyampaikan data tentang 1.340 kelompok etnis, 718 bahasa daerah, 29.304 objek pemajuan kebudayaan, serta 3.277 warisan budaya takbenda yang telah ditetapkan.
Festival yang berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Penghubung Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia itu diawali pawai kontingen 38 provinsi dengan busana daerah. Pawai diiringi musik tanjidor dan ondel-ondel, lalu dilanjutkan pertunjukan tarian daerah dari tiap provinsi.
Ketua Pelaksana Festival Negeri Kami, Rifai Akif, mengatakan pengumpulan 38 provinsi menjadi tantangan, termasuk karena pemekaran provinsi di Papua. Ia menyebut perwakilan provinsi akhirnya berkumpul untuk berparade dan menampilkan kesenian, sementara ICE berharap festival dapat menjadi agenda budaya berkelanjutan.