
Ye Tampil di Panggung Kubah Konser GBK Jakarta
31 menit yang lalu
Festival gim di Jakarta memperlihatkan peluang ekonomi bagi generasi muda, dari kompetisi hingga usaha mandiri.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, Jakarta Game On 2026 di The Brick Hall, Fatmawati City Center, Jakarta, pada Jumat (16/10/2026) menghadirkan kompetisi esports sekaligus peluang ekonomi bagi Generasi Z.
Arena festival itu dipadati pemain dan penonton muda yang menyaksikan pertandingan esports Honor of Kings (HOK). Komentator pertandingan melaporkan jalannya laga di tengah sorak-sorai pengunjung.
Menurut laporan yang sama, anggapan bahwa bermain gim hanya membuang waktu dan aktivitas anak-anak mulai luntur di kalangan Gen Z. Gim, animasi, dan budaya digital kini dipandang sebagai jalan menuju kemandirian finansial.
Seorang ibu rumah tangga yang menonton anaknya bertanding bersama tim esports sekolah mengaku dulu sering mengeluh. Ia khawatir pendidikan sang anak terganggu karena terlalu sering bermain gim di kamar.
Titik balik terjadi dua tahun lalu, saat sang anak menunjukkan amplop berisi uang tunai Rp1 juta, hadiah juara ketiga turnamen gim lokal. Menurut sang ibu, hadiah itu dipakai membeli komputer baru untuk mengembangkan kemampuan digital, termasuk membuat konten gim, dan kini ia mendukung penuh hobi anaknya.
Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat nilai pasar industri gim Indonesia pada 2025 mencapai sekitar Rp32 triliun. Angka itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Aryo Pamoragung pada awal September, dan ekosistem tersebut membuka ruang bagi pembuat konten, pemrogram, desainer, animator, penulis cerita, pengembang audio, hingga pelaku usaha digital.
Di area pameran, Naufal (25), mahasiswa, menjual pernak-pernik anime buatan sendiri, mulai dari kaus sablon, stiker, gantungan kunci, boneka, hingga kertas binder. Usahanya bermula dari kegemarannya menonton anime, lalu berkembang menjadi penjualan dalam jumlah kecil.
Menurut Naufal, awalnya ia hanya iseng mempromosikan dagangannya di TikTok dan Instagram, tetapi hasilnya lumayan dan pesanan berdatangan. Ia mengaku sempat diejek orang sekitar karena menyukai anime, namun pemasaran di media sosial kini membuat hasil penjualannya ikut membantu membayar uang kuliah.
Laporan itu menyebut kisah tersebut hanya sebagian dari banyak cerita di Jakarta Game On 2026 tentang Gen Z yang mengubah hobi menjadi penggerak ekonomi.