
NPD dan Bernadya Tampil di Festival Jajanan Bango
9 menit yang lalu
Jus buah dapat melengkapi asupan nutrisi, tetapi kandungan gula dan minimnya serat perlu diperhatikan.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, jus buah dapat membantu melengkapi asupan nutrisi, tetapi konsumsi terlalu sering berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Laporan itu membandingkan jus dengan buah utuh yang mengandung lebih banyak serat.
ANTARA mengulas manfaat dan risiko jus buah dalam laporan dari Jakarta yang terbit pada Sabtu (24/10/2026). Ulasan itu membahas dampak kandungan gula dan serat terhadap tubuh.
Mengutip WebMD, ANTARA menyebut jus tanpa campuran dapat menjadi sumber vitamin dan mineral. Konsumsi jus juga dapat membantu orang yang jarang makan buah dan sayuran utuh melengkapi asupan nutrisi.
ANTARA juga mengutip The Guardian mengenai kandungan vitamin, mineral, dan polifenol dalam jus. Beberapa penelitian yang disebut dalam laporan itu menemukan jus jeruk dan apel dapat membantu memperbaiki kesehatan kardiovaskular.
Namun, jus buah tidak lebih unggul daripada buah utuh dalam hal serat. Proses pembuatan jus dapat melepaskan gula dari struktur buah sehingga gula lebih mudah dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Laporan ANTARA menyebut Inggris, Spanyol, dan Belanda menganjurkan konsumsi jus tidak lebih dari satu porsi sehari. Selandia Baru disebut membatasi konsumsinya satu kali seminggu.
Kandungan gula dan asam dalam jus dapat merusak lapisan pelindung gigi dan meningkatkan risiko gigi berlubang. Konsumsi jus setiap hari juga dikaitkan dengan risiko kenaikan berat badan, yang menurut laporan itu mungkin berhubungan dengan kandungan gula tinggi dan serat yang rendah.
Serat pada buah utuh membantu memperlambat penyerapan gula dan menjaga kadar gula darah lebih stabil. ANTARA menyarankan jus dikonsumsi setelah makan dan tidak saat perut kosong untuk mengurangi lonjakan gula darah.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.