
Pengunjung Karaoke Tewas Ditikam Petugas Keamanan
10 menit yang lalu
Ahli gizi Asako Miyashita membagikan makanan dalam pola makan tradisional Jepang dan kaitannya dengan kesehatan.
Terbit · 2 min read

Ahli gizi asal Tokyo, Asako Miyashita, membagikan lima jenis makanan dalam pola makan tradisional Jepang. Menurut laporan CNBC Indonesia yang terbit 1 November 2026, makanan itu meliputi ubi jalar ungu, miso, lobak daikon, rumput laut, serta ikan berlemak.
Laporan tersebut menyebut data Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang yang dirilis pada September 2026 mencatat 107.677 warga berusia 100 tahun ke atas. Angka itu bertambah 7.914 orang dari tahun sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi selama 56 tahun berturut-turut.
Miyashita dibesarkan di Jepang dan sejak kecil diajarkan untuk menganggap makanan sebagai obat. Neneknya yang berusia 92 tahun meyakini umur panjangnya berkaitan dengan konsumsi makanan yang tepat.
Ubi jalar ungu, yang disebut imo dalam bahasa Jepang, biasa dimakan sebagai kudapan atau makanan penutup. Menurut laporan yang sama, bahan pangan itu mengandung karbohidrat dan antosianin, sementara sejumlah studi menunjukkan ubi jalar dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Miso merupakan pasta dari kedelai dan biji-bijian yang difermentasi. Laporan CNBC Indonesia menyebut sup miso mengandung probiotik yang dapat membantu menjaga keseimbangan usus dan mendukung sistem kekebalan tubuh.
Laporan itu juga merujuk penelitian yang menemukan bahwa pria dan wanita dengan konsumsi kedelai fermentasi terbanyak, seperti miso, tahu, dan tempe, memiliki kemungkinan 10 persen lebih rendah meninggal lebih awal dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya. Lobak daikon, sayuran akar populer dalam masakan Jepang, disebut dapat membantu mencegah masuk angin dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh; satu lobak mengandung 124 persen asupan vitamin C harian yang direkomendasikan.
Rumput laut mengandung mineral seperti zat besi, kalsium, folat, dan magnesium serta dapat menambah asupan serat. Menurut laporan yang sama, asupan serat yang cukup dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung, stroke, hipertensi, dan diabetes tipe 2.
Laporan CNBC Indonesia menyarankan ikan berlemak seperti salmon dan tuna sebagai sumber protein. Omega-3 dalam ikan dapat membantu menurunkan tekanan darah dan trigliserida serta meredakan peradangan; Miyashita juga menyampaikan bahwa makan dengan penuh perhatian dapat berkontribusi pada kesehatan dan kualitas hidup.