
APHI Dukung Penanganan Karhutla di Kalteng
9 menit yang lalu
Jones mengatakan timnya menghadapi kendala izin penelitian dan ancaman saat mencari Bahtera Nuh di Turki.
Terbit · 1 min read

Pendiri organisasi Noah's Ark Scans, Andrew Jones, mengatakan dirinya menerima ancaman pembunuhan terkait proyek pencarian Bahtera Nuh. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip CBN, Jones juga menyebut proses penelitian di Turki terkendala persyaratan izin.
Laporan itu terbit pada Minggu (1/11/2026). Jones mengatakan izin penggalian di Turki baru diperoleh pada awal 2026, setelah proses yang berlangsung bertahun-tahun.
Jones menjelaskan, pengajuan izin mengharuskan tim bekerja di bawah naungan universitas Turki dan bersama seorang profesor Turki. Setelah izin diperoleh, tim mulai mengatur kebutuhan penelitian, termasuk penggalangan dana.
Menurut laporan yang sama, profesor yang terlibat dalam proyek itu disebut pengkhianat dan mendapat kecaman dari kelompok ateis dan agnostik. Laporan tersebut tidak merinci siapa yang menyampaikan kecaman itu.
Jones mengatakan pintu rumahnya kerap diketuk pada tengah malam sejak awal 2026, ketika izin penelitian diperoleh. Ia juga menyebut menerima ancaman pembunuhan.
Alasan di balik ancaman terhadap tim pencari Bahtera Nuh itu belum diketahui. Jones berpendapat situasi tersebut memburuk setelah tim mengumumkan telah memperoleh izin penelitian.
Sebagai langkah pencegahan, Jones meninggalkan apartemennya dan tinggal bersama seorang teman. Ia mengatakan tidak berencana menghentikan proyek pencarian tersebut.