
Jobe Bellingham Dipanggil Timnas Inggris Senior
25 menit yang lalu
Lima masjid dan kompleks makam di Cirebon menyimpan jejak perkembangan Islam serta perpaduan budaya setempat.
Terbit · 1 min read

Cirebon memiliki sejumlah destinasi wisata religi berupa masjid bersejarah dan kompleks makam yang berkaitan dengan perkembangan Islam di Jawa Barat. Menurut laporan CNNIndonesia.com, tempat-tempat tersebut juga memperlihatkan perpaduan budaya yang membentuk identitas Cirebon.
Destinasi yang disebut dalam laporan itu berada di Cirebon dan sekitarnya.
Makam Sunan Gunung Jati di kawasan Gunung Sembung menjadi salah satu tujuan peziarah. Kompleks itu juga memiliki makam tokoh bersejarah lain dan arsitektur yang memadukan unsur Jawa, Tionghoa, dan Islam.
Masjid Merah Panjunan disebut dibangun pada 1480 oleh Syekh Abdurrahman atau Pangeran Panjunan. Bangunan bata merah dan hiasan keramik bermotif Tionghoa menjadi ciri masjid yang juga digunakan untuk beribadah.
Masjid Keramat Megu berada di Desa Megugede, Kecamatan Weru, dan dipercaya dibangun sekitar abad ke-16 oleh Ki Buyut Megu atau Ki Buyut Atas Angin. Laporan itu menyebut sembilan pintu kayu dibuka pada waktu tertentu, termasuk saat salat Jumat dan salat Id.
Masjid Merah Pasalakan, yang juga dikenal sebagai Masjid Syarif Abdurrahman Al Usmani, diperkirakan berdiri sejak abad ke-16. Kompleks masjid tersebut menyatu dengan area makam, termasuk makam Syarif Abdurrahman Al Usmani, serta memiliki sumur yang dianggap keramat.
Masjid Agung Sang Cipta Rasa terletak di kawasan Keraton Kasepuhan dan disebut sebagai peninggalan penting dari masa awal perkembangan Islam di Cirebon. Kelima tempat itu menawarkan kesempatan untuk mengenal sejarah, tradisi keagamaan, dan hubungan budaya di kawasan tersebut.