
The Longest Wait Tayang 28 Oktober
15 menit yang lalu
Turis asal AS memilih tidur di lantai bandara demi menghemat biaya hotel dan memicu perdebatan warganet.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, turis perempuan asal Amerika Serikat, Santeon Brown (29), memicu perdebatan di media sosial setelah memilih tidur di lantai Bandara Internasional San Francisco ketimbang membayar sewa kamar hotel.
Brown, warga Los Angeles, memutuskan bepergian secara spontan ke San Francisco setelah menemukan tiket pesawat sekali jalan seharga US$20 atau sekitar Rp361 ribu. Menurut laporan yang sama, yang mengutip New York Post, ia tiba pada malam hari dan memilih menetap di dalam bandara untuk menghemat biaya akomodasi.
Dalam video yang diunggah ke TikTok pada Kamis (15/10/2026), Brown menyebut keputusannya itu tepat dan mengaku menikmati pengalaman menginap yang tidak biasa tersebut. Ia mengatakan tidak ada alasan mendesak untuk menghamburkan uang menyewa kamar hotel hanya demi tidur selama beberapa jam.
Mengutip People, laporan itu menyebut Brown merasa lebih aman menginap di bandara daripada menjelajahi kota yang belum dikenalnya pada larut malam. Menurut Brown, area steril di luar pos pemeriksaan keamanan memberi rasa aman lebih karena seluruh penumpang telah melewati pemindaian ketat.
Unggahan video tersebut mendapat beragam reaksi dari warganet. Sebagian pengguna media sosial mempertanyakan apakah tidur di lantai bandara yang keras sepadan dengan uang yang dihemat, mengingat risiko sakit punggung, ketidaknyamanan, dan masalah kebersihan.
Namun, tidak sedikit warganet yang membela Brown. Mereka menganggap langkah itu sebagai pilihan praktis bagi pelancong berkantong tipis sambil membagikan pengalaman serupa.
Brown mengaku terbiasa berkemah di alam terbuka sehingga menganggap tidur di area publik bukan masalah besar. Meski tidak bisa mandi, ia menjaga kebersihan diri dengan menggosok gigi, mencuci muka, dan memakai tisu basah di toilet umum bandara setiap pagi.
Ia mengimbau pelancong yang ingin meniru caranya agar membawa barang bawaan seringkas mungkin dan menyiapkan barang esensial demi kenyamanan istirahat. Menurut laporan yang sama, kebiasaan menginap di bandara demi menekan anggaran liburan pernah memicu kontroversi tahun lalu, ketika pasangan turis dikritik karena tidur di Bandara Changi Singapura ketimbang membayar kamar hotel seharga US$400 atau sekitar Rp7,2 juta per malam.