
PSIM Yogyakarta Menang 2-1 atas Borneo FC
11 menit yang lalu
Retno Wahyuningsih mengembangkan usaha rempeyek menjadi restoran di Shinjuku yang mempertahankan cita rasa masakan Indonesia.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Retno Wahyuningsih mendirikan restoran Indonesia Monggo Moro di Shinjuku, Tokyo, Jepang. Restoran yang mengusung konsep warteg Jawa itu menyajikan masakan Nusantara dengan cita rasa yang dipertahankan seperti di Indonesia.
Dalam wawancara dengan ANTARA di Tokyo, Retno mengatakan pelanggan yang datang dipersilakan menikmati cita rasa asli, termasuk tingkat kepedasan masakan Indonesia. Menurut laporan yang sama, kisaran harga paket makan siang dimulai dari 1.500 yen atau sekitar Rp170 ribu, bergantung pada lauk yang dipilih.
Retno mengatakan ia sudah membantu ibunya memasak sejak sekolah dasar. Setelah menikah dan pindah ke Jepang, ia kerap memasak untuk teman-teman yang berkunjung.
Ia mulai membuat rempeyek yang disukai banyak orang, lalu menerima pesanan makanan, termasuk dari rombongan wisata. Sebelum restoran dibuka, suaminya mensyaratkan Retno mencari pelanggan terlebih dahulu. Monggo Moro berdiri delapan tahun silam.
Retno menangani urusan dapur, mulai dari menyusun menu harian dan berbelanja bahan hingga memasak. Menu bebek dan ayam tersedia, sedangkan hidangan lainnya disesuaikan dengan keinginan Retno.
Monggo Moro menyajikan makanan dari berbagai daerah di Indonesia. Retno mengatakan ada tamu yang memesan mi gomak; ia akan mencari resepnya di internet dan mencoba memasaknya.
Pelanggan dapat menunjuk makanan yang dipilih di etalase, mengikuti cara memesan di warteg. Retno belum berniat menyediakan pemesanan melalui perangkat elektronik. Menurut laporan ANTARA, konsep sesuai syariat Islam diusung sejak awal; Retno mengatakan restoran tidak menjual bir.
Paket makan siang mencakup nasi, sayur, dan sup. Menurut laporan yang sama, tamu asal Indonesia umumnya menyukai olahan bebek, sedangkan rendang menjadi favorit tamu Jepang.