
ATR/BPN Terapkan Dua Layanan Pertanahan Terukur
50 menit yang lalu
Kerja sama Indonesia, China, dan Malaysia mengungkap laboratorium sabu di Aceh; penyidik masih menelusuri jaringan dan pendananya.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menerima delegasi Kementerian Keamanan Publik China di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu (28/10/2026). Pertemuan itu membahas kerja sama pemberantasan narkotika dan pengembangan kasus laboratorium sabu di Aceh.
Dalam pengungkapan pada 21 Oktober 2026, aparat Indonesia menangkap 11 tersangka dan menyita 1,2 ton sabu dari laboratorium gelap tersebut. Otoritas China juga menangkap tujuh orang yang diduga terkait jaringan itu di wilayahnya.
Suyudi mengatakan pengungkapan kasus tersebut melibatkan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea dan Cukai, serta dukungan Komisi Nasional Pengendalian Narkotika China (NNCC). Ia menyebut kerja sama dengan mitra China menjadi bagian dari upaya mengungkap jaringan narkotika internasional.
Suyudi mengatakan penyidik masih mengembangkan perkara untuk menelusuri pendana dan pihak yang mendukung operasional jaringan. Menurut laporan yang sama, penyidik juga mendalami kemungkinan kaitan kasus Aceh dengan perkara lain yang melibatkan sebuah kapal di wilayah Medan dan seorang warga Malaysia yang disebut diduga berkaitan dengan kepemilikan kapal itu.
Wakil Sekretaris Jenderal NNCC sekaligus Wakil Direktur Jenderal Biro Pengendalian Narkotika Kementerian Keamanan Publik China, Lan Weihong, mengatakan pengungkapan di Aceh merupakan hasil kerja sama penegakan hukum lintas negara yang melibatkan Indonesia, China, dan Malaysia.
Lan menyampaikan bahwa otoritas China telah menyelidiki kelompok yang diduga menyelundupkan narkotika cair dari kawasan Myanmar, Thailand, dan Laos ke sejumlah negara, termasuk Indonesia, selama sekitar satu tahun. Menurutnya, pada September 2026 NNCC menyampaikan informasi kepada BNN dan kedua pihak menyepakati kerja sama pemberantasan narkotika lintas negara.
Lan menyebut koordinasi dan pertukaran informasi intelijen berperan dalam pengungkapan tersebut. Ia juga mengapresiasi kerja sama aparat ketiga negara dan menilai komunikasi serta operasi bersama penting untuk menghadapi jaringan lintas yurisdiksi.
Suyudi menyatakan Polri akan terus meningkatkan kerja sama dengan mitra internasional untuk memberantas peredaran narkotika. Lan berharap kolaborasi Indonesia dan China, terutama dalam pertukaran informasi intelijen dan penegakan hukum, terus ditingkatkan.