
Trump Sebut AS Bisa Serang Situs Nuklir Iran
15 menit yang lalu
Bentrokan menyusul unjuk rasa Gen Z; polisi melaporkan penangkapan dan petugas terluka.
Terbit · 2 min read

Polisi Jerman menangkap lebih dari 200 orang setelah bentrokan antara demonstran dan aparat di sejumlah kota pada Sabtu (31/10/2026) malam. Menurut laporan ANTARA, kekerasan terjadi setelah unjuk rasa Generasi Z yang sebagian besar berlangsung damai.
Kelompok radikal menggelar aksi terpisah di Hamburg, Frankfurt, dan Berlin setelah aksi utama. Unjuk rasa utama berlangsung pada siang hari di lebih dari 30 kota dan diikuti puluhan ribu anak muda.
Aksi utama digelar atas inisiatif Gen Z Regelt. Peserta menuntut peningkatan anggaran pendidikan, bantuan untuk menghadapi kenaikan biaya hidup, serta menolak rencana menghidupkan kembali wajib militer.
Pada malam hari, kelompok-kelompok radikal menggelar aksi terpisah dalam skala lebih kecil. Menurut laporan yang sama, sebagian peserta mendirikan barikade dan melempar batu, botol, serta petasan ke arah petugas; polisi menggunakan meriam air dan mengerahkan unit khusus di beberapa lokasi.
Di Frankfurt, kelompok bertopeng yang tidak terlibat dalam aksi utama memecahkan kaca toko dan menjarah sejumlah tempat usaha, termasuk toko senjata api. Polisi menyebut seorang tersangka ditangkap dan senjata api yang dicuri ditemukan kembali.
Pihak berwenang melaporkan lebih dari 30 orang ditangkap sementara serta kerusakan properti dalam skala besar ketika kerusuhan berlanjut hingga Minggu dini hari. Di Hamburg, demonstran berpakaian hitam, sebagian memakai penutup wajah, mendirikan barikade terbakar dekat terminal bus pusat kota dan melempar batu, botol, serta benda piroteknik ke arah petugas; 11 polisi terluka dan 120 orang diamankan.
Di Berlin, polisi mengamankan hingga 56 orang dalam demonstrasi malam di distrik Mitte, terpisah dari unjuk rasa damai sebelumnya di Gerbang Brandenburg. Polisi melaporkan 27 petugas mengalami luka ringan setelah demonstran melempar batu, botol, telur, dan petasan; perjalanan unjuk rasa dihentikan sebelum mencapai lokasi tujuan yang direncanakan karena sebuah trem diblokir.
Di Cologne, kelompok-kelompok kecil bentrok dengan petugas di dekat katedral kota dan melempar botol serta benda piroteknik. Kepala Kepolisian Cologne Johannes Hermanns mengatakan, “Sangat disayangkan anak-anak muda yang ingin menyampaikan aspirasi secara damai demi masa depan justru disusupi kelompok ekstremis yang hanya berniat melakukan kekerasan.” Hingga Minggu (1/11/2026) pagi, situasi di kota-kota terdampak secara umum kondusif, sementara polisi masih menyelidiki insiden dan mendata kerusakan.