
Asnawi Mangkualam Menikah dengan Yuriska Patricia
8 menit yang lalu
Studi menemukan keterkaitan antara relasi sosial penuh tekanan dan penanda penuaan biologis, tetapi tidak membuktikan sebab-akibat.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNA, penelitian terhadap lebih dari 2.300 orang dewasa menemukan keterkaitan antara keberadaan orang yang sulit dihadapi dalam lingkaran sosial dan peningkatan usia biologis sebesar 1,5 persen, setara sekitar sembilan bulan penuaan. Temuan itu menunjukkan hubungan, bukan bukti bahwa orang-orang tersebut secara langsung menyebabkan seseorang menua lebih cepat.
Penelitian yang dipimpin Byungkyu Lee, asisten profesor sosiologi di New York University, mengumpulkan informasi dari peserta dan sampel air liur untuk menganalisis usia biologis. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.
Hampir 30 persen responden memiliki setidaknya satu orang yang kerap menjadi sumber masalah dalam lingkaran sosial, sedangkan sekitar 10 persen memiliki dua orang atau lebih. Sosok tersebut dapat berasal dari lingkungan kerja, termasuk rekan kerja atau atasan.
Menurut laporan yang sama, menghadapi orang yang sulit dapat memicu respons stres, seperti jantung berdebar, tubuh terasa panas, dan ketegangan. Psikolog klinis Adrian Toh mengatakan respons itu normal dan dapat membantu seseorang menghadapi situasi sulit dalam jangka pendek.
Namun, tekanan yang berulang atau berlangsung lama tanpa cukup waktu untuk pulih dapat menumpuk. Psikoterapis Serene Lee menjelaskan bahwa perilaku yang sulit diprediksi dapat membuat seseorang terus waspada dan takut melakukan kesalahan.
Stres berkepanjangan dapat mengganggu tidur, suasana hati, dan kesehatan secara umum. Dampak yang disebut dalam laporan yang sama juga mencakup kekhawatiran, kelelahan emosional, sakit kepala, ketegangan otot, gangguan pencernaan, serta perubahan nafsu makan.
Kritik dan perbedaan pendapat tidak dengan sendirinya menunjukkan hubungan kerja yang bermasalah. Menurut laporan yang sama, Andrea Chan, kepala grup TOUCH Counselling & Psychological Services, menggambarkan orang yang sulit dihadapi sebagai individu yang cenderung tidak mau berkompromi, agresif, pesimistis, gemar mengkritik, serta tidak menghormati batasan pribadi dan waktu orang lain.
Toh menyarankan memberi waktu untuk menenangkan diri, misalnya dengan berjalan kaki, mengatur napas, mandi, mendengarkan musik, berolahraga, atau duduk tenang sekitar 10 menit. Ia juga mengingatkan bahwa penelitian tersebut menunjukkan hubungan antara relasi penuh tekanan dan penanda penuaan biologis, bukan bukti sebab-akibat; relasi sosial yang sehat dan suportif tetap penting bagi kesehatan dan kebahagiaan.