
39 Gerbong Kereta Tergelincir di Sverdlovsk
11 menit yang lalu
Polda Kepri dan Interpol memperkuat kerja sama lewat operasi CHASE untuk menekan penyelundupan bahan kimia di perbatasan.
Terbit · 2 min read

Polda Kepulauan Riau (Kepri) dan Organisasi Polisi Kriminal Internasional (Interpol) memperkuat kerja sama untuk mencegah dan memberantas penyelundupan bahan kimia di wilayah perbatasan, menurut laporan ANTARA. Kerja sama itu dijalankan melalui operasi Chemical Anti-Smuggling Enforcement (CHASE).
Kapolda Kepri Irjen Pol. Suhendri menerima kunjungan perwakilan Interpol di ruang kerjanya di Mapolda Kepri, Batam, Senin (26/10/2026). Ia menyatakan jajarannya mendukung penuh pelaksanaan operasi CHASE melalui koordinasi dan kolaborasi dengan Interpol serta instansi terkait.
"Dukungan ini diwujudkan melalui langkah preemtif, preventif, dan penegakan hukum guna mencegah serta memberantas penyelundupan bahan kimia yang berpotensi mengancam keamanan masyarakat," kata Irjen Suhendri.
Dalam kesempatan yang sama, Wakapolda Kepri Brigjen Anom Wibowo menekankan pentingnya kerja sama dan pertukaran informasi dengan Interpol untuk mengungkap dan mencegah penyelundupan bahan kimia. Menurutnya, penanganan perkara semacam itu perlu dilakukan secara terpadu karena penyalahgunaan bahan kimia dapat berkaitan dengan tindak pidana lain, termasuk kejahatan narkotika.
"Sinergi bersama Interpol dan seluruh instansi terkait diharapkan dapat mendukung penegakan hukum terhadap kejahatan lintas negara sekaligus menjaga keamanan wilayah Kepri," ujar Anom.
Perwakilan Interpol Chemex Carlos Lienert menjelaskan bahwa operasi CHASE berfokus pada penyelidikan dan pemberantasan penyelundupan bahan kimia, termasuk bahan yang dapat digunakan untuk membuat bahan peledak dan zat berbahaya. Menurut laporan yang sama, kejahatan tersebut juga berpotensi berkaitan dengan terorisme, narkotika, pertambangan ilegal, serta penangkapan ikan menggunakan bahan peledak.
Lienert menyebutkan, dalam pelaksanaannya operasi itu mencakup penyelidikan terhadap individu, kargo, dan kendaraan yang diduga berkaitan dengan penyelundupan bahan kimia.
"Pertukaran data dan informasi serta koordinasi lintas lembaga di tingkat internasional, nasional, dan regional menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas operasi, dengan Batam sebagai salah satu lokasi pelaksanaannya," katanya.
Secara terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei mengajak masyarakat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Masyarakat juga dapat memanfaatkan Layanan Kepolisian 110 yang aktif 24 jam dan gratis untuk memperoleh bantuan maupun menyampaikan pengaduan kepada Polri.