
Topan Champi Picu Pemadaman Listrik di Taiwan
9 menit yang lalu
Peringatan di empat wilayah Arab Saudi dicabut beberapa menit kemudian tanpa penjelasan mengenai penyebabnya.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip AFP, badan pertahanan sipil Arab Saudi mengeluarkan peringatan potensi bahaya di empat wilayah bagian barat negara itu, termasuk Makkah, pada Jumat (23/10/2026). Peringatan tersebut dicabut beberapa menit kemudian tanpa penjelasan mengenai penyebabnya.
Selain Makkah yang menjadi lokasi kota suci umat Islam, peringatan itu mencakup Jeddah, kota besar di pesisir Laut Merah. Wilayah lainnya adalah Taif yang berada di dekat Makkah serta Yanbu, kawasan pesisir yang menjadi pusat industri minyak.
Dalam peringatannya, badan pertahanan sipil meminta warga untuk segera menuju tempat aman terdekat. Imbauan itu disampaikan langsung kepada masyarakat di wilayah yang tercakup.
Badan tersebut juga kembali mengingatkan adanya larangan hukum untuk membagikan gambar atau informasi terkait upaya penanggulangan rudal dan pesawat nirawak.
Menurut laporan yang sama, peringatan dikeluarkan tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai potensi ancaman yang mendasarinya. Laporan AFP juga tidak memuat keterangan tentang objek atau insiden tertentu yang memicu peringatan itu.
Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir berulang kali menjadi sasaran serangan kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran. Serangan itu berlangsung di tengah kembali berkobarnya perang saudara di Yaman.
Kelompok Houthi berperang melawan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan diakui secara internasional. Dalam sejumlah serangannya, kelompok itu menargetkan infrastruktur minyak serta bandara di Arab Saudi, dan serangan terhadap bandara Riyadh pada awal bulan ini menewaskan 13 orang serta melukai puluhan lainnya.
Arab Saudi memimpin koalisi militer yang pertama kali turun tangan dalam konflik Yaman pada 2015. Perang tersebut telah menghancurkan berbagai wilayah di Yaman dan memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Konflik itu sempat mereda setelah gencatan senjata pada 2022. Namun, perang kembali berkobar pada Juli ketika konflik yang lebih luas di Timur Tengah turut mengguncang kawasan tersebut.