
KKP Bangun Mini RAS di 40.000 Desa hingga 2029
12 menit yang lalu
Penjualan mobil bekas China di Uni Eropa naik, sementara penjualan kendaraan baru menurun.
Terbit · 2 min read

Konsumen di Eropa beralih ke mobil hibrida plug-in (PHEV) baru dan mobil listrik berbasis baterai (BEV) bekas dari China selama dua tahun terakhir. Menurut laporan ANTARA yang mengutip CarNewsChina, perubahan itu berkaitan dengan tarif impor BEV China yang mencapai 45,3 persen pada 2024.
Laporan CarNewsChina yang terbit pada Kamis (22/10/2026) mengutip informasi China EV Marketplace (CEVM). CEVM menjadi sumber data tren tersebut.
Menurut CEVM, peralihan itu terjadi karena PHEV baru dan BEV bekas tidak dikenai bea masuk imbalan. Namun, tren kembali berubah setelah Uni Eropa memberlakukan kuota impor baru sebanyak 350 ribu unit untuk kendaraan hibrida dari China.
Menurut laporan yang sama, kebijakan tarif dan kuota mendorong konsumen beralih ke mobil bekas yang tidak terkena bea masuk imbalan maupun pembatasan kuota tersebut.
Data CEVM menunjukkan penjualan kendaraan bekas kepada konsumen di Uni Eropa naik 280 persen secara tahunan menjadi 7.900 unit selama Januari-September 2026. Pada periode yang sama, penjualan kendaraan baru turun 44 persen.
Direktur Operasional EV Marketplace, Jakub Geršl, mengatakan tarif telah melemahkan permintaan konsumen Eropa terhadap BEV baru dari China. Ia memperkirakan pembatasan kuota impor hibrida juga akan menekan penjualan PHEV baru.
Geršl mengatakan mobil bekas tidak terkena tarif tambahan untuk BEV maupun kuota baru kendaraan hibrida. Karena itu, menurutnya, perusahaan menjadikan kendaraan bekas sebagai fokus utama bisnisnya di Eropa.
CEVM menawarkan lebih dari 2.600 mobil listrik bekas melalui situsnya, termasuk merek Xiaomi, BYD, iCar, Denza, Lynk&Co, dan Avatr. Menurut CEVM, persaingan ketat di China membuat harga kendaraan itu berada di bawah harga eceran yang disarankan produsen.
Geršl mengatakan tim perusahaan yang berbasis di Shanghai mencari kendaraan dengan harga lebih rendah. Ia menyebut mereka kerap menemukan mobil dengan jarak tempuh sekitar 6.000 kilometer yang dijual 40 persen di bawah harga daftar resmi di China.
CEVM juga mengumumkan pembukaan pusat pengiriman kendaraan di Praha, Republik Ceko, bagi konsumen yang ingin mengambil mobil secara langsung. Menurut laporan yang sama, impor langsung dari China dapat memerlukan waktu hingga tiga bulan.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.