
Alex Marquez Jalani Operasi Lengan Kanan
11 menit yang lalu
Badri Munir Sukoco menilai reputasi global kampus perlu diikuti kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan.
Terbit · 1 min read

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Badri Munir Sukoco menegaskan bahwa peringkat dan reputasi global perguruan tinggi perlu diikuti kontribusi nyata bagi masyarakat. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan pandangan tersebut dalam keterangan di Jakarta.
Badri mengatakan peringkat bukan tujuan akhir, melainkan modal institusi untuk mendukung pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Keterangan itu disampaikan pada Rabu (4/11/2026).
Ia menyebut produktivitas penelitian, jumlah sitasi, dan reputasi akademik sebagai indikator yang banyak memengaruhi pemeringkatan. Indikator tersebut tetap penting untuk menunjukkan kualitas dan daya saing perguruan tinggi secara global, tetapi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas.
Badri menjelaskan bahwa peringkat tinggi merupakan modal dan kemampuan institusi untuk menghasilkan dampak. Menurutnya, pengakuan global juga membawa tanggung jawab lebih besar untuk mendukung kemajuan masyarakat.
Ia mendorong perguruan tinggi memastikan kegiatan pendidikan, penelitian, dan inovasi memiliki tujuan serta menjawab kebutuhan masyarakat. Pengembangan kompetensi teknologi, kata Badri, perlu disertai nilai kemanusiaan, kemampuan berpikir kritis, tanggung jawab, dan empati.
Badri menilai generasi masa depan perlu memahami cara menggunakan teknologi untuk memberi manfaat, termasuk bagi kelompok rentan dan terpinggirkan. Inovasi kampus, menurutnya, seharusnya dapat menjadi solusi atas persoalan nyata, bukan berhenti pada pencapaian akademik.
Ia mencontohkan dampak yang dapat dihasilkan perguruan tinggi, seperti membantu petani meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan terhadap perubahan iklim serta menerapkan teknologi energi bersih untuk memenuhi kebutuhan kota sekitar. Badri juga menyebut kontribusi kampus dapat terlihat dari dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi, pengurangan kesenjangan, dan pelestarian lingkungan.
Badri mengatakan, “Peringkat memberikan kita kredibilitas untuk memimpin, sedangkan dampak adalah bukti dari apa yang telah kita berikan.” Ia mengajak pemangku kepentingan menempatkan mahasiswa dan talenta masa depan sebagai pusat perhatian serta mengarahkan kolaborasi lintas negara antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri untuk menghasilkan manfaat berkelanjutan.