
MoneySmart Terkena Peretasan Data Pelanggan
15 menit yang lalu
ASDP menyiapkan armada dan awak kapal untuk menghadapi angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Terbit · 2 min read

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat kesiapan keselamatan pelayaran menjelang angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 melalui pemeriksaan armada, kesiapan awak, dan pertemuan keselamatan rutin. Menurut laporan ANTARA, Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyebut keselamatan sebagai prioritas perusahaan dalam layanan penyeberangan.
Dalam pernyataan di Jakarta pada Rabu (4/11/2026), Heru mengatakan ASDP menyiapkan 224 kapal di 37 pelabuhan. Layanan itu mencakup 18 lintasan pantauan nasional pada 15 cabang untuk periode libur akhir tahun.
Heru mengatakan perusahaan menerapkan prinsip keselamatan, pelayanan, dan keamanan melalui pemeriksaan kesiapan kapal, pemeliharaan armada, serta peningkatan kompetensi dan kesiapsiagaan awak. Ia juga menyebut pertemuan keselamatan bulanan digelar di seluruh cabang untuk mengevaluasi dan memperkuat budaya keselamatan.
Persiapan armada meliputi perawatan terjadwal di galangan kapal, pemeliharaan teknis di luar jadwal tersebut, serta pemeriksaan dan pembaruan perlengkapan keselamatan. ASDP juga mengadakan latihan tanggap darurat, termasuk simulasi kebakaran dan evakuasi penumpang, dengan mengacu pada ketentuan nasional dan standar internasional yang berlaku.
Untuk Natal dan Tahun Baru 2026/2027, ASDP memproyeksikan sekitar 3,7 juta penumpang dan 982 ribu kendaraan. Perusahaan memperkirakan jumlah itu meningkat masing-masing sekitar 5,0 persen dan 4,9 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Mengantisipasi proyeksi tersebut, ASDP menyiapkan pengaturan kapasitas kapal dan dermaga, personel posko, serta pemantauan cuaca. Perusahaan juga akan menggunakan sistem Ferizy, Pusat Kendali Operasi Pelabuhan, dan kamera pengawas.
Heru mengatakan koordinasi dilakukan bersama Kementerian Perhubungan, Kepolisian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain, terutama di lintasan dengan mobilitas tinggi seperti Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk. Ia menyatakan perjalanan penyeberangan akan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa.
Secara terpisah, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Samsuddin mengatakan keselamatan pelayaran menjadi prioritas angkutan laut selama libur akhir tahun. Menurut laporan ANTARA, kementerian merencanakan pemeriksaan kelaiklautan 2.140 kapal pada 1–30 November 2026, termasuk 460 kapal Ro-Ro penyeberangan; pemeriksaan mencakup aspek teknis, pengawakan, pemuatan, perlengkapan keselamatan, jalur evakuasi, serta kesiapan menghadapi cuaca buruk.