
NPD dan Bernadya Tampil di Festival Jajanan Bango
10 menit yang lalu
Vaksin polio tetes umumnya ditoleransi dengan baik, sementara komplikasi serius sangat jarang.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNNIndonesia.com, imunisasi polio merupakan upaya penting untuk melindungi anak dari penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Vaksin polio tetes atau vaksin polio oral (OPV) mengandung virus polio yang telah dilemahkan dan diberikan langsung melalui mulut.
Laporan tersebut menjelaskan bahwa reaksi ringan bukan keluhan yang lazim setelah pemberian OPV. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut vaksin polio oral aman dan efektif untuk mencegah polio.
Salah satu komplikasi serius yang berkaitan dengan OPV adalah polio paralitik terkait vaksin atau VAPP. Menurut laporan yang sama, WHO memperkirakan risikonya sekitar satu kasus dalam setiap 2,7 juta dosis OPV.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebagaimana dikutip dalam laporan itu, menyebut diare ringan tanpa demam dapat terjadi setelah imunisasi polio tetes, tetapi sangat jarang. Diare yang muncul setelah imunisasi tidak serta-merta berarti disebabkan oleh vaksin.
Menurut laporan tersebut, jika anak mengalami diare yang menetap, makin parah, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Laporan tersebut juga membedakan OPV dari vaksin polio suntik atau IPV. OPV diberikan melalui mulut dengan virus yang dilemahkan, sedangkan IPV diberikan melalui suntikan dengan virus yang telah diinaktivasi atau dimatikan.
Kementerian Kesehatan RI, menurut laporan CNNIndonesia.com, menyatakan imunisasi polio melalui tetes maupun suntikan pada umumnya aman dan biasanya tidak menyebabkan demam. Orang tua dapat memberi tahu petugas kesehatan jika anak memiliki alergi, sedang sakit, atau mempunyai kondisi medis tertentu.
Jika anak memuntahkan vaksin tetes, orang tua disarankan tidak mengulang dosis sendiri dan sebaiknya bertanya kepada petugas kesehatan. Konsultasi medis juga dianjurkan bila keluhan menetap, memburuk, berat, atau disertai gejala yang mengkhawatirkan.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.