
Pengunjung Karaoke Tewas Ditikam Petugas Keamanan
10 menit yang lalu
Berakhirnya wabah polio tipe 2 perlu diikuti imunisasi rutin, surveilans, dan dukungan rehabilitasi bagi penyintas.
Terbit · 2 min read

Hari Polio Sedunia yang diperingati setiap 24 Oktober menjadi pengingat untuk menjaga kemajuan kesehatan masyarakat. Menurut laporan Kantor Berita ANTARA, perlindungan anak dari polio memerlukan imunisasi lengkap, penemuan kasus, dan layanan yang menjangkau keluarga yang sulit diakses.
WHO menyatakan kejadian luar biasa polio tipe 2 di Indonesia berakhir pada 19 November 2025. Tulisan ANTARA menekankan bahwa keberhasilan itu perlu diteruskan dengan memastikan setiap anak mendapat imunisasi dan penyintas memperoleh dukungan.
Tulisan tersebut menjelaskan bahwa banyak infeksi polio tidak bergejala sehingga penularan dapat berlangsung tanpa dikenali. Pada sebagian kecil infeksi, kerusakan sistem saraf menyebabkan kelumpuhan.
Berakhirnya wabah berbeda dari sertifikasi bebas poliovirus liar dan eradikasi global. Kewaspadaan, sanitasi, imunisasi, serta surveilans tetap diperlukan setelah wabah dinyatakan berakhir.
ANTARA menjelaskan bahwa vaksin polio inaktif (IPV) terutama melindungi dari kelumpuhan, sedangkan vaksin polio oral (OPV) membentuk kekebalan mukosa usus dan berperan memutus penularan. Untuk respons wabah tipe 2, nOPV2 dirancang lebih stabil secara genetik daripada vaksin Sabin tipe 2 sebelumnya, meski risikonya tidak menjadi nol.
Wabah di Aceh yang dilaporkan pada November 2022 berkaitan dengan poliovirus turunan vaksin tipe 2. Respons meliputi imunisasi tambahan di wilayah terdampak dan berisiko hingga Pekan Imunisasi Nasional pada 2024, dengan keterlibatan Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, masyarakat, WHO, UNICEF, dan mitra lainnya.
Menurut pengumuman WHO pada November 2025, hampir 60 juta dosis tambahan diberikan selama respons. Angka tersebut merupakan jumlah dosis, bukan jumlah anak yang berbeda; penilaian pada Desember 2024 menemukan kesenjangan surveilans, kecukupan spesimen, dan kekebalan antarwilayah, sebelum pembenahan dan penilaian lanjutan pada 2025 mendahului keputusan penutupan.
Cakupan dosis kedua IPV meningkat dari 63 persen pada 2023 menjadi 73 persen pada 2024, atau naik 10 poin persentase. Tulisan itu menekankan tindak lanjut bagi anak yang belum memperoleh imunisasi sesuai usia, serta dukungan rehabilitasi bagi penyintas dan keberlanjutan anggaran imunisasi rutin serta surveilans setelah kampanye berakhir.