
Ternyata Ini Cinta Eps 76: Marco Tahu Ibu Kandungnya
11 menit yang lalu
Jusuf Kalla menyerukan nilai kemanusiaan sebagai landasan utama menghadapi krisis global dalam kuliah umum di Yale.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) menegaskan bahwa nilai kemanusiaan harus menjadi landasan utama dalam menghadapi krisis global, baik yang dipicu konflik bersenjata maupun bencana alam.
Pernyataan itu disampaikan JK dalam kuliah umum di Yale University, New Haven, Connecticut, Amerika Serikat, pekan ini. Menurut laporan yang sama, kuliah tersebut dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen Yale.
JK menekankan bahwa rasa kemanusiaan yang melampaui batas negara, ras, etnis, dan agama menjadi modal penting bagi masyarakat dunia untuk mencari solusi bersama.
“Kemanusiaan harus menjadi paradigma utama kita dalam menghadapi krisis global. Kemanusiaan melampaui batas negara, ras, etnis, agama, dan afiliasi apa pun. Selama rasa kemanusiaan menjadi titik tolak kita, krisis global dapat kita hadapi dan atasi bersama,” kata JK seperti dikutip dari pernyataan persnya yang diterima ANTARA di Jakarta, Minggu (25/10/2026).
JK menjelaskan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai krisis yang saling berkaitan. Konflik bersenjata di sejumlah kawasan berlangsung bersamaan dengan ancaman bencana alam dan persoalan kemanusiaan yang dampaknya melintasi batas negara.
Mantan wakil presiden itu turut menyoroti perubahan dinamika kekuatan militer dunia. Menurutnya, kepemilikan persenjataan modern tidak selalu menjamin suatu negara dapat mengalahkan lawannya dengan mudah, karena semangat, strategi, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi turut menentukan.
JK mencontohkan perang Rusia-Ukraina yang berlangsung berkepanjangan, kemampuan Iran bertahan menghadapi tekanan Amerika Serikat dan Israel, serta ancaman kelompok bersenjata Houthi terhadap negara-negara di kawasan Teluk.
“Perkembangan konflik saat ini menunjukkan bahwa keunggulan persenjataan saja tidak cukup. Semangat, strategi, serta kemampuan menguasai dan mengoperasikan teknologi juga sangat menentukan. Karena itu, ilmu pengetahuan dan kemampuan manusia menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan,” ujarnya.
Berkaca dari pengalaman berbagai konflik, JK menekankan bahwa penyelesaian persoalan keamanan tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan militer. Menurut dia, pemahaman terhadap akar masalah, kemampuan berdialog, dan pendekatan kemanusiaan tetap diperlukan untuk membuka jalan menuju perdamaian.