
Suahasil Tekankan Peran APBN pada Hari Oeang
16 menit yang lalu
Program ini dirancang untuk memperluas pemeriksaan dan layanan kesehatan bagi santri melalui CKG.
Terbit · 1 min read

Kementerian Agama (Kemenag) mematangkan persiapan Program Pesantren Bebas Tuberkulosis (TBC) yang akan terintegrasi dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), menurut laporan ANTARA.
Program tersebut direncanakan diluncurkan di Pondok Pesantren Mawaridussalam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 4 November 2026.
Persiapan dibahas oleh Kemenag, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Rapat koordinasi membahas pembagian tugas, pendataan santri sebagai sasaran pemeriksaan, dukungan tenaga kesehatan, serta kesiapan sarana dan prasarana.
Sekretaris Ditjen Pesantren Kemenag Arsad Hidayat mengatakan pemeriksaan TBC menjadi salah satu fokus program karena deteksi dini penting untuk menjaga kesehatan. “Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah pemeriksaan TBC, karena deteksi sejak awal ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan. Ini sesuai dengan kaidah fikih, bahaya harus dihilangkan,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Menurut Arsad, pesantren sebagai lembaga pendidikan berasrama membutuhkan layanan kesehatan yang memadai agar santri dapat belajar dan beraktivitas di lingkungan yang sehat dan aman. Pemeriksaan kesehatan diharapkan membantu mendeteksi serta menangani ancaman penyakit.
Kemenag akan berkoordinasi dengan pesantren, mendata santri penerima manfaat, dan memperkuat edukasi perilaku hidup bersih dan sehat melalui pendekatan nilai keagamaan. Arsad berharap layanan CKG memperluas akses santri terhadap pemeriksaan kesehatan.
Kemenkes menyiapkan pelayanan medis, termasuk tenaga kesehatan, peralatan, prosedur operasional, dan perlindungan privasi data medis santri. Kemendagri bersama pemerintah daerah mendukung koordinasi lintas perangkat daerah dan dinas kesehatan untuk menyesuaikan pelaksanaan dengan kebutuhan lapangan.
Arsad berharap program tersebut memperkuat pencegahan dan deteksi dini TBC sekaligus meningkatkan akses santri terhadap layanan kesehatan. Ia menyebut upaya itu sebagai bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan pesantren yang bersih, sehat, dan kondusif bagi pendidikan.