
Telkom Gelar Connect.in-Spirasi di Kulon Progo
15 menit yang lalu
TKA formal dijadwalkan dalam dua gelombang, sementara peserta tertentu mendapat jadwal khusus dan susulan.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan jadwal Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA sederajat yang dimulai pekan berikutnya. Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Toni Toharuddin, mengatakan keselamatan dan kesehatan peserta didik serta tim pelaksana menjadi prioritas.
Pengumuman itu disampaikan Toni secara daring dalam taklimat media di Jakarta Pusat pada Jumat (23/10/2026) sore. Laporan ANTARA terbit pada 23 Oktober 2026, tetapi tidak menyebut tanggal kegiatan taklimat secara terpisah.
TKA bagi peserta pendidikan formal dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama dijadwalkan pada 26–29 Oktober 2026, sedangkan gelombang kedua pada 2–5 November 2026.
Untuk peserta dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, Sanggar Kegiatan Belajar, dan pondok pesantren, TKA gelombang khusus dibagi berdasarkan mata pelajaran. Mata pelajaran wajib dijadwalkan pada 31 Oktober–1 November 2026, disusul mata pelajaran pilihan pada 7–8 November 2026.
Toni mengatakan sekolah yang kondisinya belum aman tidak dipaksakan mengikuti jadwal utama. Ia menyebut penentuan pelaksanaan juga mempertimbangkan keselamatan, kesehatan, akses, dan kesiapan penyelenggaraan.
Peserta yang berhalangan karena kendala teknis, sakit, kondisi pengecualian, atau terdampak bencana dapat mengikuti jadwal susulan yang dimulai pada 16 November 2026. Susulan gelombang pertama berlangsung pada 16–19 November 2026, sedangkan gelombang kedua pada 23–26 November 2026.
Jadwal susulan gelombang khusus untuk mata pelajaran wajib ditetapkan pada 21–22 November 2026 dan untuk mata pelajaran pilihan pada 28–29 November 2026. Menurut laporan yang sama, peserta terdampak bencana dapat mendaftar melalui koordinasi dengan dinas pendidikan atau kantor wilayah Kementerian Agama.
ANTARA mengutip Toni yang menyatakan, “Kami menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan murid, juga seluruh tim pelaksanaan, merupakan prioritas utama kami. Sekolah yang kondisinya belum aman tidak dipaksakan mengikuti jadwal utama.” Ia menyebut penyesuaian jadwal sebagai upaya agar layanan asesmen berlangsung adil dengan memperhatikan kondisi peserta di setiap wilayah.