
Arema FC Copot Marcos Santos
9 menit yang lalu
Pemantauan Kemenkes mencatat PM2.5 di atas 300 di sejumlah wilayah terdampak karhutla.
Terbit · 1 min read

Kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memburuk. Menurut laporan iNews.id, pemantauan Kementerian Kesehatan pada Kamis (22/10/2026) pukul 08.40 WIB menunjukkan sejumlah wilayah masuk kategori hitam atau berbahaya, dengan konsentrasi PM2.5 di atas 300.
Laporan tersebut tidak menyebutkan nama wilayah yang dipantau. Data itu merujuk pada hasil pemantauan Kemenkes, sementara laporan iNews.id diterbitkan Jumat (23/10/2026).
Kemenkes mengingatkan bahwa paparan asap mengandung partikel halus dan berbagai polutan. Paparan tersebut dapat mengganggu sistem pernapasan, memperburuk penyakit paru, serta meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular pada kelompok rentan.
Kemenkes mengimbau warga di wilayah terdampak mengurangi kegiatan di luar ruangan dan memantau kualitas udara sebelum beraktivitas. Warga juga diminta memakai masker jika harus keluar rumah serta mengurangi asap yang masuk ke dalam hunian.
Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes Then Suyanti mengingatkan perlunya melindungi kelompok rentan, termasuk balita dan lanjut usia. Dalam keterangan resmi pada Jumat (23/10/2026), ia mengatakan, "Kami harus lindungi kelompok rentan karena lebih gampang menderita penyakit dan kurangi asap yang masuk ke dalam rumah, termasuk kenali gangguan kesehatan."
Download the Hive app for live alerts and offline reading.