
Jasa dan Produk Pintar Dorong Konsumsi China
12 menit yang lalu
WSI membahas penguatan keluarga menghadapi dampak teknologi dan mendorong program konkret bagi perempuan.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Wanita Syarikat Islam (WSI) menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) 2026 untuk memperkuat ketahanan keluarga di tengah globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Ketua Umum Pimpinan Pusat WSI Valina Subekti mengatakan kemajuan teknologi membawa manfaat sekaligus tantangan bagi keluarga.
Valina mengatakan hal itu di Jakarta pada Jumat (23/10/2026).
Valina menilai penguatan keluarga diperlukan agar teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus melindungi perempuan dan anak dari risiko di ruang digital. Ia menyebut ketahanan keluarga sebagai salah satu fokus organisasi dalam membangun generasi emas Indonesia.
Menurut Valina, teknologi informasi mendukung perekonomian dan perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menantang nilai agama, etika, moral, dan kearifan lokal. Jangkauan teknologi digital yang telah mencapai pelosok daerah membuat tantangan itu semakin kompleks.
Akses internet yang meluas membuka peluang memperoleh informasi dan pengetahuan, tetapi belum sepenuhnya diimbangi literasi digital, pendidikan, dan pemahaman keagamaan yang memadai. Valina mengatakan kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan keluarga terhadap kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, pornografi, penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, serta judi daring.
Valina menyebut pendidikan sebagai salah satu kunci penguatan sumber daya manusia. Menurut dia, pendidikan tidak hanya membentuk kecerdasan pengetahuan, tetapi juga perlu menumbuhkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak yang baik.
Dalam Mukernas, WSI mendorong pembahasan persoalan strategis untuk memperkuat peran keluarga dalam membentuk generasi berkarakter. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap WSI menghasilkan program kerja konkret serta terukur sesuai kebutuhan perempuan di tingkat nasional dan daerah.
Arifatul juga mendorong penguatan kapasitas perempuan, perluasan akses pendidikan dan peluang ekonomi, serta peningkatan kontribusi WSI dalam perlindungan perempuan dan anak. Ia mengajak WSI bersinergi agar lebih banyak perempuan dapat berkembang, terlindungi dari kekerasan, berdaya secara ekonomi, dan berpartisipasi dalam pembangunan.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.