
Vincent Kompany Dirawat di Rumah Sakit
18 menit yang lalu
Wamen ESDM memaparkan capaian lifting minyak, biodiesel B50, elektrifikasi, dan proyek prioritas energi.
Terbit · 1 min read

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menyatakan transformasi energi Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mendukung kedaulatan energi nasional. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu dalam Malam Penganugerahan Penghargaan Energi Subroto 2026 di Jakarta, Jumat (23/10/2026) malam.
Yuliot memaparkan sejumlah capaian sektor energi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, lifting minyak Indonesia mencapai 605,3 ribu barel per hari, melampaui target APBN sebesar 605 ribu barel per hari.
Ia menyebut capaian tersebut signifikan dalam sembilan tahun terakhir. Untuk tahun ini, pemerintah mendorong lifting minyak mencapai 610 ribu barel per hari, tetapi sejumlah kendala membuat target itu belum tercapai.
Di sektor energi terbarukan, pemerintah merealisasikan program bahan bakar nabati biodiesel B50 pada Juli 2026. Menurut laporan yang sama, Yuliot menyebut penerapan B50 mendiversifikasi penggunaan minyak bumi sekitar 310 ribu barel per hari.
Konsumsi minyak Indonesia saat ini disebut mencapai 1,6 juta barel. Yuliot mengatakan kekurangannya dipenuhi melalui impor minyak mentah dan produk bahan bakar oleh berbagai badan usaha.
Di bidang ketenagalistrikan, rasio elektrifikasi nasional mencapai 99,85 persen. Yuliot menyebut perluasan jaringan agar seluruh desa mendapat aliran listrik sebagai bagian penting dari upaya elektrifikasi.
Yuliot juga menyoroti 18 proyek prioritas hilirisasi dan ketahanan energi dengan nilai investasi sekitar Rp618 triliun. Sebagian besar proyek tersebut berlokasi di luar Pulau Jawa.
Ia mengatakan pekerjaan untuk memperkuat ketahanan energi masih berlanjut. Upaya yang disebutnya mencakup pengurangan ketergantungan impor, perbaikan iklim investasi, serta pemerataan dan keandalan pasokan energi nasional.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.