
DKI: KAI, Apel Palestina, dan Sarasehan Karhutla
12 menit yang lalu
Pendarahan berbulan-bulan berujung pada diagnosis leiomyosarcoma uterus pada seorang perempuan di Florida.
Terbit · 1 min read

Seorang perempuan di Miami, Florida, didiagnosis leiomyosarcoma uterus setelah mengalami pendarahan berkepanjangan saat mengonsumsi pil KB untuk mengatasi jerawat dewasa. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip USA Today, dokter menemukan massa berukuran 7 sentimeter di rahimnya.
Perempuan bernama Claudia Pereira itu berusia 37 tahun saat mulai mengonsumsi pil KB.
Pendarahan berlangsung selama berbulan-bulan. Dokter yang meresepkan obat semula menyebut tubuh Pereira mungkin perlu beradaptasi, tetapi setelah sekitar empat hingga lima bulan ia kembali khawatir. Setelah enam bulan mengalami pendarahan, ia mengalami anemia.
Pendarahan kemudian berubah menjadi cairan kental sehingga Pereira pergi ke unit gawat darurat. Pemeriksaan menemukan massa di rahim, dan hasil patologi menunjukkan massa itu merupakan leiomyosarcoma uterus, bukan tumor jinak.
Menurut laporan yang sama, leiomyosarcoma uterus adalah kanker langka yang berkembang pada otot polos rahim. Laporan itu mengutip penjelasan dalam Journal of the Advanced Practitioner in Oncology pada 2022 bahwa jenis kanker ini termasuk sarkoma jaringan lunak dan dapat muncul di berbagai bagian tubuh.
Gina D’Amato, ahli onkologi medis sarkoma yang menangani Pereira, menyebut kanker tersebut jarang terjadi. Tumor Pereira menunjukkan reseptor estrogen dan progesteron; menurut D’Amato, hormon dari siklus menstruasi dan pil KB mungkin berperan dalam pertumbuhan tumor, tetapi laporan itu tidak menyatakan pil KB sebagai penyebab pasti kanker.
Massa tumor kemudian diangkat. Hasil pemindaian, menurut laporan tersebut, tidak menunjukkan bukti kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain. D’Amato menilai ukuran tumor 7 sentimeter membuat Pereira berisiko tinggi mengalami penyebaran dan mengatakan kondisinya mungkin lebih buruk bila tumor baru ditemukan enam bulan hingga setahun kemudian.
Pada Juli tahun ini, Pereira merayakan satu tahun bebas kanker dengan berlibur ke Bali dan menghabiskan waktu bersama keluarganya. Ia berharap kisahnya meningkatkan kesadaran tentang kanker langka dan mengatakan pengalaman itu membuatnya lebih memperhatikan kondisi tubuhnya.