
39 Gerbong Kereta Tergelincir di Sverdlovsk
11 menit yang lalu
Peserta menilai kegiatan Kemenpora itu memberi inspirasi positif, termasuk soal pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, para peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengapresiasi kegiatan itu karena memberi banyak inspirasi positif untuk dikembangkan di daerah asal. Kegiatan tersebut berlangsung sejak Kamis (22/10/2026).
Salah satu peserta asal Kalimantan Selatan, Muhammad Iqbal, menyebut ia dan rekan-rekannya memperoleh pemahaman tentang karakter patriotik, empati terhadap kondisi bangsa dan negara, serta tantangan pemuda ke depan. Menurut dia, mereka juga belajar tentang kegiatan positif yang berdampak bagi banyak orang.
Iqbal menyampaikan hal itu seusai mengikuti kegiatan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (26/10/2026). Salah satu pengalaman yang berkesan baginya adalah kunjungan ke Kampung Pramuka Cemara, Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10/2026), tempat peserta mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, mulai dari bank sampah hingga pemanfaatan sampah organik.
Menurut Iqbal, warga di lokasi tersebut mengumpulkan sampah melalui bank sampah. Di sana juga ada BKB Greens PAUD yang pembayarannya tidak menggunakan uang, melainkan sampah organik.
Iqbal yakin aktivitas itu bisa dibawa ke daerah asalnya agar sampah dapat diberdayakan untuk mendukung peningkatan pendidikan. Ia juga menilai model tersebut dapat diterapkan di wilayah lain dan menjadi perantara untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Pandangan serupa disampaikan peserta asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Devira. Ia tertarik mempelajari tabungan sampah yang memungkinkan anak-anak PAUD membayar biaya sekolah melalui sampah yang dikumpulkan.
"Membuat saya ingin mempelajari dan mencoba menerapkannya di daerah Sumbawa, NTB," ujar Devira.
Menurut laporan yang sama, selain Kampung Pramuka Cemara, kunjungan edukasi WYC 2026 juga mengajak peserta ke Monumen Nasional (Monas) dan kawasan Kota Tua. Rangkaian kegiatan itu memberi kesempatan untuk mengenal sejarah perjuangan bangsa, perkembangan Jakarta, serta inisiatif warga mengelola lingkungan.
Kemenpora menyelenggarakan WYC 2026 untuk mempertemukan pemuda dari berbagai daerah agar bertukar pengalaman dan menggali praktik baik di lingkungan masing-masing. Pengalaman tersebut diharapkan mendorong peserta meneruskan gagasan setelah kembali ke daerah, terutama dalam penguatan karakter, pemberdayaan sampah, dan dukungan terhadap pendidikan anak usia dini.