
Pramono Imbau ASN DKI Bijak Bermedia Sosial
11 menit yang lalu
Komisi Eropa memantau laporan ancaman bom, sementara penyelidikan insiden masih ditangani otoritas nasional.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA yang mengutip Xinhua, Komisi Eropa menyatakan pada Selasa (3/11/2026) sedang memantau laporan ancaman bom yang berdampak pada penerbangan di Eropa. Komisi itu mengatakan masih terlalu dini untuk memastikan apakah insiden-insiden tersebut saling berkaitan.
Laporan tersebut menyebut sekitar tujuh penerbangan penumpang tujuan Polandia, Bulgaria, Italia, dan Spanyol menerima ancaman bom pada Selasa (3/11/2026). Ancaman itu memicu pemeriksaan keamanan dan mengganggu operasional bandara untuk sementara waktu.
Tidak ditemukan perangkat peledak dalam pemeriksaan tersebut, menurut laporan yang sama. Bahan tidak merinci bandara atau penerbangan yang terdampak.
Seorang juru bicara Komisi Eropa menyampaikan kepada Xinhua melalui email bahwa pihaknya memantau situasi dan berkomunikasi dengan negara-negara anggota yang terdampak.
Menurut laporan yang sama, juru bicara itu mengatakan Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa turut terlibat. Komisi Eropa menyebut keselamatan dan keamanan warga sebagai prioritas serta menilai ancaman terhadap warga sipil tidak dapat diterima.
Komisi Eropa belum menarik kesimpulan mengenai kemungkinan hubungan antara insiden-insiden tersebut. Juru bicara itu menyatakan penyelidikan nasional masih berlangsung.
Penyelidikan tersebut menjadi tanggung jawab otoritas yang berwenang, menurut juru bicara Komisi Eropa sebagaimana dikutip Xinhua. Laporan ANTARA itu diterbitkan pada 4 November 2026.