
Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng
10 menit yang lalu
Menlu Iran Abbas Araghchi menyebut dinamika kawasan dan pengelolaan Selat Hormuz tak lagi sama seusai perang.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa dinamika di kawasan Timur Tengah, termasuk pengelolaan Selat Hormuz, tidak akan sama lagi menyusul konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan itu disampaikan Araghchi dalam pidato di Kementerian Luar Negeri Iran, sebagaimana dikutip Press TV pada Minggu (25/10/2026). Menurut dia, perang telah mengubah segalanya dan semua pihak harus mengakui bahwa realitas baru telah muncul.
Araghchi juga menyatakan bahwa jalur pelayaran melalui Selat Hormuz tidak akan lagi sama seperti sebelumnya. Cara pengelolaan selat tersebut, kata dia, juga tidak akan sama seperti di masa lalu.
Dalam kesempatan itu, Araghchi menegaskan bahwa Teheran akan menyambut baik setiap rencana keamanan yang berasal dari kawasan itu sendiri.
Menurut laporan yang sama, Teheran dan Washington masih berselisih mengenai kendali atas jalur perairan strategis tersebut sejak perang antara Iran melawan AS dan Israel meletus pada Februari lalu.
Teheran bersikeras mempertahankan otoritasnya dalam mengatur lalu lintas pelayaran di selat itu. Sebaliknya, Washington menuntut pemberlakuan kebebasan navigasi tanpa batasan.
Sebelumnya, kedua negara sempat meneken kesepakatan sementara pada Juni untuk meredakan konflik.
Namun, perundingan diplomatik saat ini kembali mengalami jalan buntu di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua belah pihak.