
Pengunjung Karaoke Tewas Ditikam Petugas Keamanan
10 menit yang lalu
Iran belum berencana berunding dengan AS, sementara sejumlah syarat terkait Selat Hormuz masih dibahas.
Terbit · 2 min read

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Teheran belum berencana mengadakan pembicaraan dengan pejabat Amerika Serikat (AS) dan membantah laporan yang menyebutkan sebaliknya. Menurut laporan ANTARA yang mengutip kantor berita resmi Iran, IRNA, pernyataan itu disampaikan Araghchi pada Sabtu (31/10/2026).
Araghchi mengatakan Iran telah menelaah pesan yang dikirim Wakil Presiden AS JD Vance kepada pejabat tinggi keamanan Iran, Mohsen Rezaei. Masalah itu masih dikaji oleh pihak berwenang terkait, menurut laporan yang sama.
Araghchi menyebut Iran belum melihat perlunya berunding dengan AS dan syarat-syarat yang diajukan Teheran sudah jelas. Ia mengatakan keputusan mengenai negosiasi langsung atau tidak langsung akan diambil setelah AS menyetujui syarat-syarat tersebut.
Meski demikian, Araghchi menilai pesan Vance dan upaya AS membuka dialog dapat dianggap sebagai langkah positif. Ia juga mengatakan komunikasi dengan Qatar dan Pakistan, yang berperan sebagai mediator, masih berlangsung.
Terkait usulan pembukaan kembali Selat Hormuz, Araghchi mengatakan Qatar meminta waktu pelaksanaan usulan Iran dipersingkat dari tujuh menjadi lima hari. Menurutnya, usulan untuk memangkasnya menjadi dua hari sedang dibahas; usulan itu mensyaratkan pemenuhan tujuh ketentuan Iran.
Araghchi mengatakan Iran tidak menutup kemungkinan terjadinya perang dan siap menghadapi berbagai skenario. Pembukaan Selat Hormuz, ujarnya, bergantung pada penerimaan rute transit baru yang ditetapkan Iran dan Oman serta penutupan rute alternatif; Iran juga menuntut pemulihan pengecualian sanksi penjualan minyak dan pencairan asetnya yang dibekukan, termasuk di Qatar.
ANTARA melaporkan bahwa The Wall Street Journal, dengan mengutip pejabat AS, sebelumnya memberitakan Vance mengirim pesan kepada Rezaei atas arahan Presiden AS Donald Trump untuk menghidupkan kembali pembicaraan damai. Trump membantah laporan itu dan menyatakan peran Vance terbatas pada membantu penyediaan pasokan medis yang dibutuhkan Iran.
Pernyataan Araghchi muncul di tengah mediasi Qatar dan Pakistan untuk menghidupkan kembali negosiasi Washington-Teheran, termasuk laporan kemajuan pembicaraan tidak langsung di Doha. Upaya itu mencakup program nuklir Iran, sanksi, dan keamanan pelayaran; setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari serta balasan Iran, gencatan senjata tercapai pada April. Pada Juni, Iran dan AS menandatangani kerangka kesepakatan mengenai kebebasan bernavigasi di Selat Hormuz, tetapi implementasinya terhambat oleh perbedaan pendapat mengenai keamanan selat tersebut.