
Prabowo Rancang Rp400 Triliun untuk Petani dan Nelayan
13 menit yang lalu
BPOM menyebut telah menerbitkan 144.863 NIE pangan olahan dan aturan Nutri-Level selama 2024-2026.
Terbit · 2 min read

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan telah menerbitkan 144.863 nomor izin edar (NIE) pangan olahan selama 2024-2026. Menurut laporan ANTARA, BPOM juga menerbitkan aturan label gizi atau Nutri-Level sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan melalui perlindungan publik.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan hal itu di Jakarta, Sabtu (24/10/2026). Ia menyebut pengawasan menjadi bagian penting untuk mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, dan membangun kepercayaan terhadap produk yang beredar di Indonesia.
NIE tersebut terdiri atas 105.354 produk dalam negeri dan 39.509 produk impor. Menurut Taruna, BPOM juga menerbitkan Peraturan BPOM Nomor 10 Tahun 2026 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan, yang mengatur pencantuman informasi nilai gizi melalui penerapan Nutri-Level agar masyarakat lebih mudah memahami informasi saat memilih pangan.
Taruna menjelaskan, selama dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, BPOM menjalankan peran strategis memastikan obat dan makanan yang beredar memenuhi persyaratan keamanan, khasiat atau manfaat, dan mutu.
Dukungan BPOM terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) diwujudkan melalui pengawasan keamanan pangan, pendampingan fasilitas pelayanan, serta edukasi kepada pihak terkait. Pada semester I 2026, BPOM memeriksa 198 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mendampingi 76 SPPG untuk mendukung penerapan praktik pengolahan pangan yang baik dan sistem keamanan pangan.
Taruna mengatakan BPOM mendukung program prioritas pemerintah melalui pengawasan obat dan makanan berbasis risiko, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta pendampingan kepada pelaku usaha dan penyelenggara program. Menurut dia, dalam program MBG pemenuhan gizi harus berjalan seiring dengan jaminan keamanan pangan.
Menurut laporan yang sama, Taruna menghadiri Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Sidang itu menjadi momentum evaluasi pelaksanaan pemerintahan sekaligus penegasan arah kebijakan nasional.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo mengapresiasi kerja keras jajaran Kabinet Merah Putih selama dua tahun pertama pemerintahan dan menyoroti keberhasilan menjaga ketersediaan pangan di tengah ketidakpastian global. “Di tengah kita lihat dunia penuh tantangan, kita masih bersyukur, masih bersyukur bahwa kita relatif dalam keadaan baik. Pangan kita terkendali, prestasi kita yang paling utama antara lain kita swasembada pangan,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden menegaskan kemandirian pangan bersifat strategis bagi ketahanan nasional, terutama saat krisis menghambat pasokan dari negara lain. “Dalam waktu cepat, saudara-saudara, pangan itu menentukan karena sekarang pangan bisa menjadi senjata,” tuturnya. Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan agar bekerja penuh tanggung jawab demi kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.