
IFRC 2026 Perkuat Budaya Keselamatan di Papua
13 menit yang lalu
Proyeksi awal menunjukkan blok oposisi unggul, tetapi belum ada kepastian mengenai pembentukan pemerintahan baru.
Terbit · 2 min read

Hasil hitung cepat pemilu Israel menunjukkan blok oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot unggul tipis atas kubu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, tetapi belum ada pihak yang dipastikan mampu membentuk pemerintahan. Menurut laporan CNBC Indonesia, proyeksi tersebut berasal dari exit poll setelah pemungutan suara pada Selasa (27/10/2026) waktu setempat.
Tiga jaringan televisi Israel memperkirakan blok Eisenkot meraih 52 kursi, sedangkan kubu yang dipimpin Partai Likud memperoleh 50 kursi. Sebanyak 18 kursi lainnya diproyeksikan jatuh kepada partai-partai Arab yang tidak berafiliasi dengan kedua blok; hasil resmi diperkirakan baru diumumkan beberapa hari kemudian.
Eisenkot, pemimpin Partai Yashar, hampir menutup kemungkinan membentuk pemerintahan bersama partai-partai Arab. Sikap itu dapat menyulitkan upayanya meraih mayoritas, sementara kebuntuan koalisi berpotensi membuat Netanyahu tetap memimpin pemerintahan sementara selama negosiasi berlangsung.
Proyeksi media tidak sepenuhnya seragam. Channel 14 dan sejumlah media Israel lainnya memperkirakan Netanyahu serta partai pendukungnya dapat meraih total 60 kursi, sedangkan sistem Knesset yang memiliki 120 anggota membuat pembentukan koalisi lazim diperlukan.
Komisi Pemilihan Umum Pusat Israel mencatat partisipasi pemilih sebesar 77,7 persen, tertinggi dalam lebih dari dua dekade dan sekitar 7 poin persentase di atas pemilu 2022. Menurut laporan yang sama, partisipasi itu berlangsung di tengah suasana politik yang dipengaruhi perang dan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Yohanan Plesner, Presiden Israel Democracy Institute, menyebut hasil exit poll sebagai kekalahan besar bagi koalisi Netanyahu, yang sebelumnya menguasai 68 kursi dan kini diproyeksikan meraih sekitar 50 kursi. Namun, Plesner mengingatkan bahwa Eisenkot belum dapat disebut sebagai pemenang karena hasil akhir masih dapat berubah.
Jika hasil resmi sejalan dengan proyeksi, Eisenkot dapat mencoba membentuk pemerintahan minoritas. Ia tampil sebagai penantang utama Netanyahu dengan mengandalkan rekam jejak keamanan, tetapi menolak pembentukan negara Palestina dan menyatakan sayap militer Hamas harus dihancurkan atau dilucuti.
Pemimpin oposisi Yair Lapid menyebut hasil tersebut sebagai kekalahan telak bagi kubu perdana menteri. Sementara itu, kandidat Joint List Faten Gattas menyatakan aliansi itu menolak pendudukan dan rasisme; para kandidat berharap tingginya partisipasi pemilih Arab dapat memengaruhi pembentukan koalisi.