
Mekanik Ditagih Pajak McLaren Tercatat Desil 3
9 menit yang lalu
Kompetisi di Timika diikuti 17 tim dan mencakup edukasi keselamatan bagi pelajar.
Terbit · 1 min read

Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa mengatakan Indonesian Fire and Rescue Competition (IFRC) ke-8 tahun 2026 memperkuat budaya keselamatan di Tanah Papua. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu saat membuka kompetisi tersebut di Mimika Sport Complex, Timika.
IFRC berlangsung pada 24–31 Oktober 2026 di Timika, Papua Tengah. Sebanyak 17 tim dari berbagai perusahaan di Indonesia mengikuti kompetisi dan tantangan penyelamatan kebakaran.
Dalam sambutannya pada Sabtu (24/10/2026), Meki mengapresiasi PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai tuan rumah. Ia mengatakan kegiatan itu menjadi kesempatan bagi masyarakat, khususnya di Mimika, untuk belajar tentang pentingnya budaya keselamatan.
Salah satu kegiatan edukasi dalam rangkaian IFRC adalah program edukasi keselamatan bagi pelajar, yang diberikan tim peserta kepada lebih dari 1.000 pelajar SMP dan SMA di Mimika. Meki menilai pelajar dapat memperoleh wawasan dengan menyaksikan kemampuan dan kesiapsiagaan tim penyelamat.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan perusahaan bangga kembali menjadi tuan rumah setelah menggelar kompetisi serupa pada 1996 dan 2005. Tema IFRC tahun ini adalah “Tumbuh Bersama Papua, Berkarya untuk Indonesia”.
Tony menyebut kompetisi itu sebagai sarana berbagi pengalaman dan keahlian yang dikembangkan di Papua untuk meningkatkan kemampuan tanggap darurat. Ia juga mengatakan penanganan keadaan darurat memerlukan kolaborasi perusahaan, TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan instansi terkait.
Tony mengingatkan potensi risiko cuaca yang dipengaruhi fenomena El Nino, termasuk ancaman kebakaran saat cuaca kering dan suhu tinggi. Sementara itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno menekankan peningkatan kompetensi personel penyelamat kebakaran dan keadaan darurat.
IFRC diselenggarakan Perhimpunan Tanggap Darurat Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (Pertapindo), dengan PTFI sebagai tuan rumah pada 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi, serta membangun budaya keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.