
Final Chennai Open Janice Tjen Ditunda
26 menit yang lalu
Mantan panglima militer itu mendapat rekomendasi terbanyak di parlemen, tetapi koalisinya belum memiliki mayoritas kursi.
Terbit · 2 min read

Gadi Eisenkot mendapat kesempatan pertama untuk membentuk pemerintahan baru Israel setelah pemilu, membuka peluang berakhirnya kepemimpinan Benjamin Netanyahu. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Al Jazeera, Presiden Isaac Herzog mengumumkan keputusan itu pada Sabtu (7/11/2026).
Pemilu pada 27 Oktober 2026 tidak menghasilkan pemenang dengan mayoritas mutlak. Sebanyak 67 dari 120 anggota Knesset merekomendasikan Eisenkot, sementara Netanyahu mendapat 46 rekomendasi dan tujuh anggota tidak memberikan rekomendasi.
Herzog dijadwalkan menyerahkan mandat resmi kepada Eisenkot pada Minggu (8/11/2026). Ia memiliki waktu 28 hari untuk membentuk pemerintahan, dengan kemungkinan perpanjangan hingga 14 hari.
Meski memperoleh rekomendasi terbanyak, koalisi empat partai yang dipimpin Eisenkot hanya menguasai 48 kursi. Blok Netanyahu memiliki 53 kursi, sedangkan mayoritas minimal di parlemen adalah 61 kursi.
Eisenkot adalah mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel yang memimpin institusi itu pada 2015-2019. Pada 2018, saat ia menjabat, pasukan Israel menghadapi demonstrasi warga Palestina di perbatasan Gaza; laporan CNBC Indonesia menyebut ratusan warga Palestina tewas dalam rangkaian demonstrasi tersebut.
Menurut laporan Reuters yang dikutip CNBC Indonesia, Eisenkot mengatakan militer Israel mengerahkan lebih dari 100 penembak jitu di perbatasan menjelang demonstrasi Pawai Besar untuk Kembali pada Maret 2018. Komisi penyelidikan independen PBB mencatat 189 warga Palestina meninggal selama demonstrasi pada 30 Maret hingga 31 Desember 2018, termasuk 183 orang akibat tembakan peluru tajam.
Komisi PBB juga mencatat 6.106 warga Palestina terluka akibat tembakan peluru tajam dan menyatakan ada alasan kuat untuk menduga pasukan Israel menembaki sejumlah demonstran yang tidak menimbulkan ancaman langsung. Komisi menyebut sebagian tindakan itu berpotensi merupakan kejahatan perang atau kejahatan terhadap kemanusiaan yang perlu diselidiki lebih lanjut; Israel menolak temuan tersebut dengan alasan pasukannya menghadapi ancaman keamanan.
Laporan CNBC Indonesia juga mengulas pernyataan Eisenkot pada 2008 mengenai kemungkinan penggunaan kekuatan besar terhadap wilayah yang dipakai Hizbullah untuk menyerang Israel. Pada 2024, menurut laporan media Israel Channel 12 yang dikutip CNBC Indonesia, Eisenkot dan Benny Gantz mempertimbangkan pembatasan sementara bantuan ke Gaza; laporan itu tidak menyebut kebijakan tersebut telah diputuskan atau diterapkan. Eisenkot kemudian keluar dari pemerintahan darurat pada Juni 2024, setelah mengkritik strategi perang dan kepemimpinan Netanyahu.